Berburu Camilan Sehat

Senin, 27 April 2015 - 09:06 WIB
Berburu Camilan Sehat
Berburu Camilan Sehat
A A A
TINGGINYA kesadaran masyarakat untuk hidup lebih sehat direspons pasar dengan cepat. Di media sosial, banyak tersebar penjual yang menawarkan makanan ringan maupun kue yang diklaim sehat. Permintaannya pun cukup tinggi hingga luar Jawa.

Tuntutan perusahaan membuat Ariestia Apriliani harus menjaga bentuk tubuhnya yang ideal. Public relation yang hobi yoga ini hampir setengah tahun belakangan menjadi pelanggan loyal Genki Plant, sebuah toko online makanan sehat. Buah-buahan kering, oat , kacang almond dan cashew , serta camilan sehat lainnya acap kali diborong wanita yang menggeluti body combat ini.

Dalam sekali pemesanan, pehobi traveling ini bisa menghabiskan hingga Rp400.000. “Seringnya saya membuat granola tanpa minyak atau gula dan overnight oat . Mengenyangkan dan pas untuk ngemil juga,” tutur Ariestia yang mengubah gaya hidupnya dengan alasan kesehatan juga. Nah yang menjadi kelebihan toko online ini, menurut dia, tidak hanya berjualan semata, mereka juga rajin memberikan resep-resep makanan sehat yang diolah menggunakan produk Genki Plant.

“Jadi, saya bisa coba resep baru terus. Sebab kalau tidak pintar mengolahnya, lama kelamaan bisa jadi bosan,” ujar wanita yang berdomisili di Jakarta Utara ini. Tommy Iskandar pemilik Genki Plant menuturkan, perkara berat badan tidak hanya menjadi motivasi para pelanggannya. Ada pula yang total ingin menjalani hidup sehat. Rentang usia pelanggan antara 20-50 tahun.

“Motivasinya ingin menurunkan kadar kolesterol atau kadar gula darah,” kata Tommy yang berjualan bersama sang kakak Timmy Iskandar. Genki Plant, sebut Tommy, menjawab kebutuhan mereka dengan menyediakan camilan sehat semacam keripik jamur, keripik aneka buah dan sayuran, buah kering, biskuit, juga energy ball . Semuanya memiliki kelebihan tersendiri, tanpa pewarna, trans fat , gula tambahan, MSG, dan pengawet dengan kisaran harga Rp40.000-Rp75.000.

“Pesanan paling banyak datang dari Pulau Jawa,” ujar Tommy yang juga menjual minuman sehat. Sementara itu, dari Solo, Febriani Poespita Putri mengandalkan aneka kukis sehat yang dibuatnya tanpa gula pasir, susu, margarin, telur, minyak sawit, unsalted butter , dan pengembang. Dia menyebut kukis buatannya sebagai “healthy vegan cookies” yang cocok untuk diabetes, vegetarian, dan mereka yang berdiet.

Febriani juga menawarkan katering sehat, kukis untuk bayi dan anak-anak, gluten free cake , vegan cake , termasuk diet katering. Kue kering besutannya dijual seharga Rp90.000- Rp120.000. Sementara cake dibanderol Rp150.000-Rp300.00. Dalam sebulan, Febriani dapat meraup keuntungan menggiurkan, yakni sekitar Rp10 juta-Rp15 juta. Hanya dari pesanan kue kering. “Paling jauh pesanan dari Sumatera dan Kalimantan,” bebernya.

Tidak hanya toko online semata yang menjual produk makanan sehat, klinik penurunan berat badan pun bermain dalam pangsa pasar ini. Dengan takaran kalori yang sudah dihitung dan tercantum dalam label kemasan, tentunya menjadi nilai plus tersendiri bagi produk tersebut. Seperti PT Shape Up Indonesia yang menyediakan lightMEALS. Produk yang ditawarkan, antara lain makanan beku berupa nasi, lauk dan sayur matang dengan cara penyajian cukup dipanaskan beberapa menit di dalam microwave .

Ada pulafrozen snack seperti frozen yoghurt, lumpia, siomay, dan yuba yang sudah dikemas sedemikian rupa dan disesuaikan dengan takaran saji untuk sekali makan. “Ukurannya dua kali lebih besar, tapi kalorinya hanya setengahnya. Produk LightMeals praktis, variatif, rendah kalori, dan kalorinya terkontrol,” tutur Valeria W, Production Manager PT Shape UP Indonesia untuk lightMEALS.

Bahkan, bumbu siap saji rendang, sambal hijau, dan opor juga dijual, bihun, susu dengan tiga varian rasa, dan keripik sayuran yang disertai dengan takaran saji dengan tiap 20 gram=108 Kkal. Keripik ini beragam jenis sayurannya dan dikemas dalam bentuk toples maupun dus. Konsumen LightMeals, tentunya pasien klinik dan direkomendasikan bagi penderita asam urat, gula darah, fatty liver, dan kolesterol.

Tak ketinggalan bermacam bolu basah seperti german lemon cake , dan bolu kering seperti dried german bread dan curry crackers . “Bolu biasa kalorinya tiga kali lebih besar ketimbang bolu buatan kami,” sebut Valeria.

Sri noviarni
(ars)
Berita Terkait
Perjalanan Inspiratif...
Perjalanan Inspiratif Erwin Mengejar Passion sebagai Food Blogger
Mudahkan Pencarian Kuliner...
Mudahkan Pencarian Kuliner di Instagram, Felix Setiawan Ajak Sejuta Pengikutnya Selami Bandung dan Jakarta
Food Estate Diyakini...
Food Estate Diyakini Mampu Dukung Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia
Food Estate Dinilai...
Food Estate Dinilai Jadi Peluang Positif untuk Realisasikan Kemandirian Pangan
Food Estate Dinilai...
Food Estate Dinilai Jadi Solusi Tepat Hadapi Penyusutan Lahan Pertanian
Ingin Hadirkan Brand...
Ingin Hadirkan Brand Awareness, Smax Ring Kenalkan Desain Baru
Berita Terkini
INDOFEST 2026 Digelar,...
INDOFEST 2026 Digelar, Taffware Tawarkan Diskon Perlengkapan Outdoor Besar-besaran
1 jam yang lalu
Pendakian Gunung Meningkat,...
Pendakian Gunung Meningkat, Menhut Siapkan Pengaturan untuk Cegah Kecelakaan dan Sampah
7 jam yang lalu
Clara Shinta Tegaskan...
Clara Shinta Tegaskan Tak Punya Catatan Kriminal, SKCK Jadi Bukti di Tengah Polemik
8 jam yang lalu
Latihan Kaki Tak Hanya...
Latihan Kaki Tak Hanya Bakar Kalori, Ternyata Penting untuk Keseimbangan Hormon
9 jam yang lalu
Rencanakan Liburan dengan...
Rencanakan Liburan dengan Lebih Fleksibel Melalui Paylater
9 jam yang lalu
Sinopsis Terikat Janji...
Sinopsis 'Terikat Janji' 4 Juni 2026: Identitas Aslinya Runtuh, Sena Rela Pikul Kesalahan Sendiri demi Lindungi Davina
11 jam yang lalu
Infografis
Lebih Sehat dari Makanan...
Lebih Sehat dari Makanan Lain, Berikut Clean Eating dan Real Food
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved