Kenapa Orang Gemuk Punya Risiko Tinggi Kena Kanker?
Selasa, 07 Februari 2023 - 17:00 WIB
"Saya selalu selalu bilang, memang (orang gemuk) dapat meningkatkan risiko tapi bukan berarti orang kurus tidak kena kanker. Tapi yang gemuk lebih tinggi risikonya, karena ada faktor hormonal, di mana pada saat gemuk, lemaknya lebih banyak. Penelitian menunjukkan orang yang gemuk dan berat badannya naik, cenderung lebih tinggi risikonya," jelas dia.
Untuk diketahui, kanker merupakan salah satu penyakit penyebab utama kematian di dunia. Pada 2020, tercatat terjadi kematian akibat kanker. Data Kemenkes pada 2022, juga menyebutkan jika angka kejadian penyakit kanker di Indonesia sebesar 136 orang per 100.000 penduduk.
Sementara, dr. Jeffry sangat memperhatikan pasien-pasien kanker yang ditanganinya. Dia menjaga agar bobot sang pasien tidak cenderung naik. Terlebih, dia tidak pernah memberikan pantangan selama pengobatan, termasuk saat menjalani kemoterapi.
Baca juga: Antonio Dedola Pacar Nikita Mirzani Disunat, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan
"70 persen pasien saya yang menjalani kemoterapi berat badannya naik. Kalau ada yang sebut kemoterapi bikin sengsara, enggak bisa makan, itu enggak. Saya yang justru minta pasien, 'ayo turunin berat badannya'. Mereka bisa menikmati kemonya, saya enggak pernah ada pantangan makanan," tutup dr. Jeffry.
Untuk diketahui, kanker merupakan salah satu penyakit penyebab utama kematian di dunia. Pada 2020, tercatat terjadi kematian akibat kanker. Data Kemenkes pada 2022, juga menyebutkan jika angka kejadian penyakit kanker di Indonesia sebesar 136 orang per 100.000 penduduk.
Sementara, dr. Jeffry sangat memperhatikan pasien-pasien kanker yang ditanganinya. Dia menjaga agar bobot sang pasien tidak cenderung naik. Terlebih, dia tidak pernah memberikan pantangan selama pengobatan, termasuk saat menjalani kemoterapi.
Baca juga: Antonio Dedola Pacar Nikita Mirzani Disunat, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan
"70 persen pasien saya yang menjalani kemoterapi berat badannya naik. Kalau ada yang sebut kemoterapi bikin sengsara, enggak bisa makan, itu enggak. Saya yang justru minta pasien, 'ayo turunin berat badannya'. Mereka bisa menikmati kemonya, saya enggak pernah ada pantangan makanan," tutup dr. Jeffry.
(nug)
Lihat Juga :