Ahli Kesehatan Soroti Tewasnya Pendiri Sioux Indonesia Digigit King Cobra: Tak Memiliki Antidotum

Minggu, 19 Februari 2023 - 09:35 WIB
Pendiri sekaligus Ketua Yayasan Sioux Ular Indonesia, Aji Rachmat Purwanto meninggal usai digigit ular king cobra. Foto/Dok.Pribadi
JAKARTA - Pendiri sekaligus Ketua Yayasan Sioux Ular Indonesia, Aji Rachmat Purwanto meninggal usai digigit ular king cobra . Ia sempat dibawa ke Rumah Sakit dan akhirnya meninggal dunia, akibat bisa ular king cobra.

Menurut ahli spesialis penyakit dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Ari Fahrial Syam menyinggung keselamatan seseorang tergigit ular berbisa (seperti King Cobra) membutuhkan penawar atau antidotum bisa ular.



Namun, Prof Ari menjelaskan kembali lagi dengan ketersediaan antidotum di Rumah Sakit tersedia atau tidak. Di mana tidak semua antidotum cocok untuk semua jenis bisa ular, sehingga perlu disesuaikan untuk menyelamatkan pasien.

"Maka yang jadi masalah adalah apabila kita tidak memiliki antidotum atau obat anti bisa tersebut. Jadi masalah kalau memang di rumah sakit tersedia anti bisa dan kebetulan juga cocok dengan bisa ular tersebut tentu pasien bisa tertolong, tapi kalau tidak tentu akan menjadi masalah," jelas Prof Ari kepada MNC Portal, Sabtu (18/2/2023).

Baca Juga: Meninggal Sehabis Terkena Bisa Ular Kobra, Ini Profil Pendiri Sioux

Terkait dengan itu, ia meminta agar masyarakat lebih berhati-hati karena king cobra sangat berbahaya. Sebab gigitan dari ular berbisa, jika tidak diselamatkan segera bisa fatal akibatnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!