Tips Mudik Bareng si Kecil ala Travel Blogger Kadek Arini
Selasa, 21 Maret 2023 - 11:00 WIB
Situasi ketika si kecil rewel barang kali menjadi kekhawatiran banyak orang tua yang melakukan perjalanan dengan transportasi umum. Bagi Anda yang berencana bepergian dengan pesawat, Kadek Arini menyarankan untuk memilih waktu penerbangan sesuai dengan jadwal tidur si kecil.
“Saya biasanya beli tiket pesawat yang jadwalnya sama dengan waktu tidur siang anak. Jadi, selama penerbangan itu dia ikut tidur, nggak nangis, nggak cranky. Terus, ketika landing dia segar deh buat lanjut jalan-jalan,” ujar ibu dengan balita berusia 11 bulan itu.
2. Kemas makanan ringan dan mainan untuk mendistraksi
Tekanan udara di atas pesawat terkadang menimbulkan rasa pekak pada telinga. Wanita yang telah menjelajahi lebih dari 30 negara ini mengatakan, jika bayi masih diberi ASI eksklusif, itu akan lebih mudah.
"Ibu bisa menyusui bayi secara langsung, karena bayi juga akan merasa lebih aman dan nyaman dengan sentuhan skin-to-skin. Gerakan menghisap juga bisa membantu menyamakan perubahan tekanan udara di saluran telinganya. Tapi, kalau sudah balita, cara mendistraksinya berbeda. Bisa dengan dikasih snack atau mainan favorit supaya dia anteng,” bebernya wanita asal Bali itu.
3. Pilih tempat duduk yang sesuai
Jika Anda masih memiliki bayi yang berusia di bawah enam bulan, Kadek merekomendasikan kursi di sisi samping jendela. Sebab, posisi ini akan lebih privat dan nyaman bagi Anda yang harus menggendong si kecil selama penerbangan, tanpa terganggu oleh penumpang bagian dalam yang ingin menuju ke toilet. Berbanding terbalik jika anak Anda telah memasuki usia balita aktif. Anda justru memerlukan ruang ekstra, dengan posisi kursi di lorong agar lebih leluasa untuk bergerak.
“Pemilihan posisi kursi itu penting sekali buat aku. Makanya, aku kalau beli tiket pesawat melalui layanan flights di airasia Super App. Gampang banget kalau mau add-on beli kursi di aplikasi saat check-in online. Ada banyak pilihan maskapainya juga sekarang,” tutur Kadek.
“Saya biasanya beli tiket pesawat yang jadwalnya sama dengan waktu tidur siang anak. Jadi, selama penerbangan itu dia ikut tidur, nggak nangis, nggak cranky. Terus, ketika landing dia segar deh buat lanjut jalan-jalan,” ujar ibu dengan balita berusia 11 bulan itu.
2. Kemas makanan ringan dan mainan untuk mendistraksi
Tekanan udara di atas pesawat terkadang menimbulkan rasa pekak pada telinga. Wanita yang telah menjelajahi lebih dari 30 negara ini mengatakan, jika bayi masih diberi ASI eksklusif, itu akan lebih mudah.
"Ibu bisa menyusui bayi secara langsung, karena bayi juga akan merasa lebih aman dan nyaman dengan sentuhan skin-to-skin. Gerakan menghisap juga bisa membantu menyamakan perubahan tekanan udara di saluran telinganya. Tapi, kalau sudah balita, cara mendistraksinya berbeda. Bisa dengan dikasih snack atau mainan favorit supaya dia anteng,” bebernya wanita asal Bali itu.
3. Pilih tempat duduk yang sesuai
Jika Anda masih memiliki bayi yang berusia di bawah enam bulan, Kadek merekomendasikan kursi di sisi samping jendela. Sebab, posisi ini akan lebih privat dan nyaman bagi Anda yang harus menggendong si kecil selama penerbangan, tanpa terganggu oleh penumpang bagian dalam yang ingin menuju ke toilet. Berbanding terbalik jika anak Anda telah memasuki usia balita aktif. Anda justru memerlukan ruang ekstra, dengan posisi kursi di lorong agar lebih leluasa untuk bergerak.
“Pemilihan posisi kursi itu penting sekali buat aku. Makanya, aku kalau beli tiket pesawat melalui layanan flights di airasia Super App. Gampang banget kalau mau add-on beli kursi di aplikasi saat check-in online. Ada banyak pilihan maskapainya juga sekarang,” tutur Kadek.
Lihat Juga :