Dukung Kecukupan Nutrisi Anak pada Masa Pandemi
Senin, 20 Juli 2020 - 15:24 WIB
Dalam kolaborasi ini, Danone SN juga menggandeng Foodbank of Indonesia (FOI) untuk pendistribusian bantuan nutrisi secara gratis ke sejumlah anak yang membutuhkan dan terdampak pandemi Covid-19.
Peneliti Madya Bidang Kepakaran Pangan dan Gizi, Pusat Penelitian Teknologi Tepat Guna (P2TTG), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dr Ainia Herminiati ST MSi mengatakan, dampak ekonomi di tingkat rumah tangga sangat memengaruhi pemenuhan kebutuhan dasar anak, yaitu makanan. (Baca juga: Cara Jaga Kebersihan Perlengkapan Bayi di Masa Pandemi)
“Permasalahan gizi anak merupakan salah satu risiko dampak sosio-ekonomi terhadap anak-anak di Indonesia yang ditimbulkan pandemi Covid-19, di mana 24 juta balita berisiko lebih tinggi mengalami kurang gizi atau gizi buruk selama masa pandemi,” ucap dr Ainia dalam Media Briefing Online bersama Danone beberapa waktu lalu.
Menurutnya, perlu adanya komoditas esensial yang kaya nutrisi untuk anak-anak yang dapat menyangga kebutuhan nutrisi mereka minimal selama dua bulan.
“Karena itu, perlu adanya upaya bersama, baik dari pihak swasta maupun pemerintah, untuk berkolaborasi mendukung tersedianya akses produk bernutrisi bagi anak-anak Indonesia,” tuturnya. (Baca juga: Ini Cara Menjaga Kesehatan Mata Buah Hati Saat Belajar dari Rumah)
Peneliti Madya Bidang Kepakaran Pangan dan Gizi, Pusat Penelitian Teknologi Tepat Guna (P2TTG), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dr Ainia Herminiati ST MSi mengatakan, dampak ekonomi di tingkat rumah tangga sangat memengaruhi pemenuhan kebutuhan dasar anak, yaitu makanan. (Baca juga: Cara Jaga Kebersihan Perlengkapan Bayi di Masa Pandemi)
“Permasalahan gizi anak merupakan salah satu risiko dampak sosio-ekonomi terhadap anak-anak di Indonesia yang ditimbulkan pandemi Covid-19, di mana 24 juta balita berisiko lebih tinggi mengalami kurang gizi atau gizi buruk selama masa pandemi,” ucap dr Ainia dalam Media Briefing Online bersama Danone beberapa waktu lalu.
Menurutnya, perlu adanya komoditas esensial yang kaya nutrisi untuk anak-anak yang dapat menyangga kebutuhan nutrisi mereka minimal selama dua bulan.
“Karena itu, perlu adanya upaya bersama, baik dari pihak swasta maupun pemerintah, untuk berkolaborasi mendukung tersedianya akses produk bernutrisi bagi anak-anak Indonesia,” tuturnya. (Baca juga: Ini Cara Menjaga Kesehatan Mata Buah Hati Saat Belajar dari Rumah)
Lihat Juga :