Pemerintah: Thermal Gun Tak Gunakan Sinar Radioaktif

Selasa, 21 Juli 2020 - 09:34 WIB
"Hanya inframerah," jelas Yuri.

Berbagai referensi mengatakan, statement yang salah terkait thermal gun merusak otak justru membahayakan semua orang dan dapat memicu kontraproduktif untuk mencegah agar penularan tidak terjadi.

Oleh sebab itu, Yuri yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI itu meminta agar masyarakat dapat menyikapi informasi tersebut dengan cara yang benar dan tidak terpengaruh dengan isu yang salah. (Baca Juga: Thermo Gun Dituding Rusak Otak, Pengamat: Pendapat Tidak Berdasar )

"Saudara-saudara, ikuti informasi ini dengan cara yang benar. Kesulitan ini tidak usah ditambah dengan berita-berita yang menyesatkan. Karena, ini akan membuat masyarakat semakin panik. Oleh karena itu, inilah yang harus kita jelaskan dan masyarakat agar memakluminya," tutup Yuri.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!