Mengapa Johan Liebert Jadi Penjahat Terbaik Anime Sepanjang Masa?

Selasa, 02 Mei 2023 - 06:06 WIB
Dipenuhi rasa duka cita, Tenma lantas pergi berkencan dengan tunanganya, Eva. Dia kemudian menceritakan semua kejadian itu dengan harapan kekasihnya itu akan setuju kalau itu bukanlah kesalahannya. Eva memang sepakat. Dia mengatakan kalau tidak semua hidup dibuat setara. Kata-katanya mengaduk-aduk sesuatu di dalam diri Tenma dan membayangi peristiwa setelahnya.

Sementara adegan itu tidak menggambarkan nihilisme Johan, atau menampilkan Johan, itu sangat penting bagi ceritanya. Kalau seeorang itu benar-benar ‘nihilis sejati’, mereka percaya kalau nilai itu tidak punya arti—mereka tidak percaya pada agama atau kesetiaan pada seseorang atau apa pun. Mereka hanya ingin menghancurkan.

Sementara ini bisa dianggap benar untuk Johan, dia sepertinya tidak pas di semua kriteria sebagai nihilistik sejati karena dia masih punya ikatan dengan adik kembarnya, Nina—yang dia kenal sebagai Anna. Meski begitu, tidak bisa dimungkiri kalau Johan berusaha menghancurkan dan menghapus dirinya dari eksistensi. Semua sifaat inilah yang mengubah Johan menjadi gambaran mengerikan atas monster.

2. Johan Menggunakan Karisma dan Ketampanannya untuk Memanipulasi



Foto: YouTube

Dua sifat lain selain nihilisme juga sangat ditekankan pada karakter Johan. Itu adalah karismanya yang mengalir dan banyak orang menganggapnya menarik. Di sepanjang serial ini, banyak yang menggambarkan Johan itu “tampan” atau “cantik”.

Bahkan, ketika dia menyamar sebagai adiknya untuk menyelinap ke kota, banyak yang memperhatikan kecantikan alamiahnya. Sementara Johan tidak pernah mengatakannya sendiri, tidak bisa dimungkiri kalau dia memanfaatkan karisma dan daya tarik fisiknya itu untuk menyuruh orang memanipulasi orang lain. Jadi, dia bisa mendapatkan apa yang dia inginkan, biasanya, dalam bentuk kehancuran atau kekacauan.

Misalnya, di sekitar setengah perjalanan Monster, Johan berteman dengan seorang mahasiswa bernama Karl. Johan sangat baik kepada Karl seperti membantunya bertemu lagi dengan ayah kandungnya, Hans Georg Shuwald. Tapi, pada akhirnya, Johan mencelakai keduanya di masa depan.

Johan hampir membunuh Shuwald di tengah kebakaran yang dia sulut. Sementara Johan tidak memanipulasi Karl secara langsung seperti yang dia lakukan terhadap korban lainnya, ini adalah salah satu contoh betapa mudahnya Johan memenangkan kepercayaan orang. Dia akan mempelajari hidup mereka dan lalu menghancurkan semuanya dalam sekejap.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!