Penyebab Sering Sakit Kepala di Waktu yang Sama dan Cara Mengatasinya
Rabu, 17 Mei 2023 - 23:55 WIB
Sakit kepala sering terjadi di waktu yang sama dan bisa disebabkan karena beberapa hal. Kondisi ini dikenal sakit kepala cluster, mempengaruhi jutaan orang. Foto/Getty Images
JAKARTA - Sakit kepala sering terjadi di waktu yang sama dan bisa disebabkan karena beberapa hal. Kondisi ini dikenal sebagai sakit kepala cluster, mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia dan menyebabkan kondisi nyeri episodik, yang terkadang melampaui tingkat toleransi.
Juga dikenal sebagai histamin, atau migrain merah, sakit kepala yang biasanya terjadi pada waktu yang sama sepanjang hari adalah umum di antara pria dan wanita. Kondisi ini biasanya mempengaruhi orang-orang di usia remaja atau tahun pertengahan mereka.
Mereka yang mengalami sakit kepala ini mengeluh parah dan melumpuhkan. Rasa sakit kepala digambarkan sebagai rasa terbakar, menusuk, atau berdenyut. Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Neurologi, ada hubungan yang kuat antara ritme sirkadian tubuh dan sakit kepala.
Dilansir dari Times Now News, Rabu (17/5/2023) para peneliti mengatakan itu terkait dengan kortisol dan melatonin, dua hormon yang mempengaruhi tidur. Para peneliti menemukan bahwa sekitar 71 persen peserta mengalami sakit kepala cluster berulang pada larut malam atau pagi hari, menunjukkan bahwa mereka terkait dengan jam internal tubuh.
Baca Juga: Penyebab Sakit Kepala saat Puasa, Ini 10 Cara Mencegahnya
Menurut dokter, sakit kepala cluster disebabkan oleh rasa sakit satu sisi akut yang tak tertahankan di kepala. Kondisi ini dapat terjadi sekali atau setidaknya tujuh hingga delapan kali sehari, tetapi sebagian besar di tengah malam.
Juga dikenal sebagai histamin, atau migrain merah, sakit kepala yang biasanya terjadi pada waktu yang sama sepanjang hari adalah umum di antara pria dan wanita. Kondisi ini biasanya mempengaruhi orang-orang di usia remaja atau tahun pertengahan mereka.
Mereka yang mengalami sakit kepala ini mengeluh parah dan melumpuhkan. Rasa sakit kepala digambarkan sebagai rasa terbakar, menusuk, atau berdenyut. Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Neurologi, ada hubungan yang kuat antara ritme sirkadian tubuh dan sakit kepala.
Dilansir dari Times Now News, Rabu (17/5/2023) para peneliti mengatakan itu terkait dengan kortisol dan melatonin, dua hormon yang mempengaruhi tidur. Para peneliti menemukan bahwa sekitar 71 persen peserta mengalami sakit kepala cluster berulang pada larut malam atau pagi hari, menunjukkan bahwa mereka terkait dengan jam internal tubuh.
Penyebab Sakit Kepala
Baca Juga: Penyebab Sakit Kepala saat Puasa, Ini 10 Cara Mencegahnya
Menurut dokter, sakit kepala cluster disebabkan oleh rasa sakit satu sisi akut yang tak tertahankan di kepala. Kondisi ini dapat terjadi sekali atau setidaknya tujuh hingga delapan kali sehari, tetapi sebagian besar di tengah malam.
Lihat Juga :