Cegah Stunting, BKKBN Terus Berupaya Tingkatkan Kualitas Hidup Keluarga Indonesia
Rabu, 05 Juli 2023 - 04:30 WIB
Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang diperingati setiap 29 Juni menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas keluarga di Indonesia. Foto/Ist
JAKARTA - Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang diperingati setiap 29 Juni menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas keluarga di Indonesia. Tahun ini, Harganas pun mengangkat tema Ayo Cegah Stunting Agar Keluarga Bebas Stunting.
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), mengungkapkan bahwa Harganas merupakan momen penting untuk memperkuat ikatan keluarga dan menyuarakan pentingnya kebutuhan gizi terhadap masyarakat Indonesia.
"Namun, penurunan angka prevalensi stunting di Indonesia harus dilakukan secara holistik, integratif, dan berkualitas, sehingga diperlukan adanya kolaborasi dan partisipasi dari lintas sektor, termasuk sektor swasta yaitu PT Nestle Indonesia," papar Hasto Wardoyo di Jakarta baru-baru ini.
Menurutnya, BKKBN bersama Nestle Indonesia memberikan intervensi dan pendidikan gizi serta pengembangan masyarakat untuk mengatasi stunting di Indonesia.
Baca Juga: BKKBN Ajak Semua Pihak Kolaborasi Atasi Stunting
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting di Indonesia telah mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, yakni dari 24,4% menjadi 21,6% .
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), mengungkapkan bahwa Harganas merupakan momen penting untuk memperkuat ikatan keluarga dan menyuarakan pentingnya kebutuhan gizi terhadap masyarakat Indonesia.
"Namun, penurunan angka prevalensi stunting di Indonesia harus dilakukan secara holistik, integratif, dan berkualitas, sehingga diperlukan adanya kolaborasi dan partisipasi dari lintas sektor, termasuk sektor swasta yaitu PT Nestle Indonesia," papar Hasto Wardoyo di Jakarta baru-baru ini.
Menurutnya, BKKBN bersama Nestle Indonesia memberikan intervensi dan pendidikan gizi serta pengembangan masyarakat untuk mengatasi stunting di Indonesia.
Baca Juga: BKKBN Ajak Semua Pihak Kolaborasi Atasi Stunting
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting di Indonesia telah mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, yakni dari 24,4% menjadi 21,6% .
Lihat Juga :