Geger Kasus Bunuh Diri saat Live Instagram oleh Pria di Banyumas, Begini Pandangan Psikolog
Rabu, 26 Juli 2023 - 11:00 WIB
“Dan ada juga orang-orang jahat di luar sana yang menjadi berani karena internet, troll, atau apa pun sebutan Anda untuk mereka,” lanjutnya.
Ramsland juga menyebut, alasan psikologi di balik bunuh diri di hadapan publik, seperti live-streaming, tidaklah mudah. Sama seperti ada segudang alasan untuk bunuh diri, alasan bunuh diri saat live-streaming juga beragam.
Baca Juga: Kasus Bunuh Diri pada Anak, Apa Pemicunya?
“Bayangkan seorang remaja yang merasa kehilangan secara emosional, hampir tidak terlihat dan menyaksikan ketenaran atau kenangan seorang remaja yang bunuh diri, mendapatkan perhatian di komunitas terdekat mereka serta banyak perhatian yang diperoleh dari media sosial. Inilah inti dari penularan,” tuturnya.
“Bunuh diri yang disiarkan langsung memiliki dampak negatif yang signifikan pada keluarga, remaja yang menonton siaran langsung, komunitas, dan siapa saja yang memiliki pikiran untuk bunuh diri,” lanjutnya.
Ramsland menjelaskan, beberapa orang, terutama kalangan remaja memang rentan ingin menyiarkan langsung aksi bunuh diri mereka. Dia mengatakan populasi risiko tertinggi kemungkinan besar adalah siswa sekolah menengah, yang lebih terhubung ke media sosial.
Menurutnya, generasi yang lebih tua justru cenderung melihat media sosial dan streaming langsung sebagai pelanggaran privasi daripada generasi muda.
Ramsland juga menyebut, alasan psikologi di balik bunuh diri di hadapan publik, seperti live-streaming, tidaklah mudah. Sama seperti ada segudang alasan untuk bunuh diri, alasan bunuh diri saat live-streaming juga beragam.
Baca Juga: Kasus Bunuh Diri pada Anak, Apa Pemicunya?
“Bayangkan seorang remaja yang merasa kehilangan secara emosional, hampir tidak terlihat dan menyaksikan ketenaran atau kenangan seorang remaja yang bunuh diri, mendapatkan perhatian di komunitas terdekat mereka serta banyak perhatian yang diperoleh dari media sosial. Inilah inti dari penularan,” tuturnya.
“Bunuh diri yang disiarkan langsung memiliki dampak negatif yang signifikan pada keluarga, remaja yang menonton siaran langsung, komunitas, dan siapa saja yang memiliki pikiran untuk bunuh diri,” lanjutnya.
Ramsland menjelaskan, beberapa orang, terutama kalangan remaja memang rentan ingin menyiarkan langsung aksi bunuh diri mereka. Dia mengatakan populasi risiko tertinggi kemungkinan besar adalah siswa sekolah menengah, yang lebih terhubung ke media sosial.
Menurutnya, generasi yang lebih tua justru cenderung melihat media sosial dan streaming langsung sebagai pelanggaran privasi daripada generasi muda.