CERMIN: Setelah Qodrat dan Inang Tahun Lalu, Apa Pencapaian Film Horor Lokal Tahun Ini?

Jum'at, 11 Agustus 2023 - 14:00 WIB
Belum lagi hilang ketegangan yang dibangun atas pertentangan itu, Rudi langsung menyajikan ketegangan baru: Rana pulang setelah semua hadirin tahlilan kembali ke rumah masing-masing.



Foto: MAXStream

Sayangnya adegan pembuka yang menarik ini menjadi satu-satunya hal menarik dari film ini. Saya membayangkan Rudi dan Lele bisa lebih berani membenturkan kepercayaan Islam dan Jawa dalam soal primbon sehingga pertentangan akan semakin meruncing, dari Jawa dan bukan Jawa menjadi Islam dan Jawa.

Saya juga membayangkan soal bagaimana primbon berperan penting dalam kehidupan Banyu dan keluarganya, bukan sekadar tempelan 1-2 adegan atau sekadar dialog yang meluncur dari mulut bude-budenya Rana. Sayangnya itu tak terjadi. Jadinya terasa primbon sekadar sebagai kendaraan untuk memperlancar cerita, bukan sebagai pusat semesta cerita.

Karena skenario tertatih-tatih memasukkan unsur primbon ke dalam cerita, membuatnya justru terasa tak menawarkan kebaruan apa pun. Padahal ada sub-plot yang bisa diolah sehingga soal primbon tak sekadar tempelan. Plot soal Bagas, keponakan Banyu, yang menghilang pada hari nahas sesungguhnya menarik dieksplorasi demi mempertajam soal hari buruk dan hari baik dalam primbon. Kepergian Rana ke hutan pada hari nahasnya pun tak dieksplorasi lebih jauh, padahal inilah akar dari segala masalah yang ada dalam film ini.



Foto: MAXStream

Saya tak mempermasalahkan bagaimana Primbonakan lebih dikenang penonton sebagai film drama ketimbang horor karena unsur dramanya yang kuat, dan Rudi memang punya kecakapan khusus menangani departemen drama. Saya hanya menyayangkan bagaimana premis dan judul yang potensial ini tak dieksploitasi habis-habisan oleh skenario. sehingga sebagai penonton kita bisa mendapatkan perspektif baru dan menarik terkait bagaimana masyarakat Jawa menyikapi primbon di zaman modern.

Baca Juga: 10 Film Paling Cepat Raih Rp15 Triliun, Terbaru Barbie

Saya juga menyayangkan begitu banyaknya karakter yang lalu lalang dalam Primbonyang tak dimanfaatkan dengan maksimal. Selain Happy Salma sebagai Dini dan Seroja Hafiedz yang bermain cemerlang, karakter-karakter menarik dari para aktor seperti Nugie, Chicco Kurniawan, hingga Septian Dwi Cahyo juga cenderung sekadar dihadirkan begitu saja. Terutama karakter Janu yang diperankan Chicco yang sesungguhnya menjadi sosok kunci dalam film ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!