Dukungan L’Oreal untuk Peran Perempuan dalam Sains
Kamis, 30 Juli 2020 - 21:15 WIB
“Lembaga ini meneliti whole genome sequencing (WGS) atau pengurutan genom. Ini adalah proses penentuan urutan materi genetik (DNA/RNA) secara lengkap virus pada satu waktu. Penelitian mendalam mengenai karakteristik molekuler virus SARS-CoV-2, penyebab penyakit COVID-19, dibutuhkan sebagai fondasi berbagai riset lain,” ujar Melanie.
Sementara itu menurut Frilasita Aisyah Yudhaputri MbiomedSc, riset whole genome sequencing SARS-CoV-2 dari LBM Eijkman dilakukan oleh sekelompok peneliti muda, salah satunya dirinya. Frilasita bergabung sejak 2008 dan saat ini menjadi koordinator proyek di dalam Emerging Virus Research Unit (EVRU) LBM Eijkman Indonesia.
Menurut Frilasita, sebanyak 100 spesimen klinis yang telah terkonfirmasi positif COVID-19 dari seluruh Indonesia berdasarkan metode real-time reverse transcription-polymerase chain reactions akan dipilih untuk dilakukan karakterisasi genom lengkap SARS-CoV-2. Dua tujuan utama yang menjadi inspirasi pihaknya dan diharapkan dapat bermanfaat.
“Riset ini tidak hanya ditujukan bagi kalangan peneliti, namun juga di dunia, karena untuk mengidentifikasi dan mengkarakterisasi genom lengkap (WGS) SARS-CoV-2 dari spesimen klinis COVID-19 seluruh Indonesia dengan menggunakan Platform Next Generation Sequencing serta membagi protokol standar WGS COVID-19 sebagai bentuk dukungan untuk penelitian di Indonesia,” jelas Frilasita.
Ilmuwan bidang biologi molekuler yang juga menjadi salah satu pendiri LBM Eijkman Indonesia Prof. Herawati Sudoyo, PhD menuturkan, riset merupakan fondasi untuk melakukan inovasi. Riset genome sequencing SARS-CoV-2 ini menjadi penelitian dasar untuk mengenal karakteristik spesifik virus yang ada di Indonesia. Selanjutnya hasil dari genome sequencing ini dapat digunakan untuk melakukan berbagai riset lanjutan, misalnya riset tentang evolusi dan penyebaran virus SARS-CoV-2, pengembangan vaksin, maupun obat antivirus. (Baca Juga: 30 Juli Hari Persahabatan, Ayo Beri Kejutan Istimewa untuk Sahabat! )
Sementara itu menurut Frilasita Aisyah Yudhaputri MbiomedSc, riset whole genome sequencing SARS-CoV-2 dari LBM Eijkman dilakukan oleh sekelompok peneliti muda, salah satunya dirinya. Frilasita bergabung sejak 2008 dan saat ini menjadi koordinator proyek di dalam Emerging Virus Research Unit (EVRU) LBM Eijkman Indonesia.
Menurut Frilasita, sebanyak 100 spesimen klinis yang telah terkonfirmasi positif COVID-19 dari seluruh Indonesia berdasarkan metode real-time reverse transcription-polymerase chain reactions akan dipilih untuk dilakukan karakterisasi genom lengkap SARS-CoV-2. Dua tujuan utama yang menjadi inspirasi pihaknya dan diharapkan dapat bermanfaat.
“Riset ini tidak hanya ditujukan bagi kalangan peneliti, namun juga di dunia, karena untuk mengidentifikasi dan mengkarakterisasi genom lengkap (WGS) SARS-CoV-2 dari spesimen klinis COVID-19 seluruh Indonesia dengan menggunakan Platform Next Generation Sequencing serta membagi protokol standar WGS COVID-19 sebagai bentuk dukungan untuk penelitian di Indonesia,” jelas Frilasita.
Ilmuwan bidang biologi molekuler yang juga menjadi salah satu pendiri LBM Eijkman Indonesia Prof. Herawati Sudoyo, PhD menuturkan, riset merupakan fondasi untuk melakukan inovasi. Riset genome sequencing SARS-CoV-2 ini menjadi penelitian dasar untuk mengenal karakteristik spesifik virus yang ada di Indonesia. Selanjutnya hasil dari genome sequencing ini dapat digunakan untuk melakukan berbagai riset lanjutan, misalnya riset tentang evolusi dan penyebaran virus SARS-CoV-2, pengembangan vaksin, maupun obat antivirus. (Baca Juga: 30 Juli Hari Persahabatan, Ayo Beri Kejutan Istimewa untuk Sahabat! )
Lihat Juga :