Pelayanan Kesehatan Aritmia di Indonesia Perlu Ditingkatkan, Penting demi Kualitas Hidup Pasien
Selasa, 29 Agustus 2023 - 15:39 WIB
ICD adalah sebuah alat berukuran kecil yang ditanam di dalam dada untuk mengembalikan irama jantung yang tidak normal. Perangkat ICD mempunyai baterai yang dapat bertahan hingga 8 tahun, bergantung pada frekuensi kerja alat tersebut.
Tantangan yang dihadapi dalam pelayanan kesehatan aritmia di Indonesia, menurut dr. Sunu Budhi Raharjo, Sp.JP (K), PhD selaku Ketua InaHRS/PERITMI, yaitu terkait kurangnya jumlah dokter spesialis di bidang ini dibandingkan dengan kebutuhan.
"Hanya terdapat 46 dokter spesialis jantung dan pembuluh darah ahli aritmia di Indonesia sampai tahun 2023," imbuh dr Sunu.
Tantangan kedua, lanjut dr Sunu, adalah akses masyarakat terhadap tatalaksana penyakit aritmia yang masih sangat buruk.
Sementara terkait layanan Ablasi FA dan ICD di Indonesia saat ini, dr Sunu menjelaskan, itu sangat membantu masyarakat yang mengidap aritmia.
Namun sayang, berdasarkan data tahun 2021, hanya ada 84 tindakan Ablasi FA yang dilakukan di Indonesia. Demikian pula untuk tindakan ICD di tahun yang sama, baru ada 66 tindakan.
Hal itu menunjukkan masih minimnya akses yang diperoleh pasien-pasien aritmia di Indonesia untuk mendapat pelayanan yang standar buat penyakit mereka. Padahal, kedua tindakan tersebut terbukti bisa meningkatkan kualitas hidup dan memperpanjang usia pasien.
Tantangan yang dihadapi dalam pelayanan kesehatan aritmia di Indonesia, menurut dr. Sunu Budhi Raharjo, Sp.JP (K), PhD selaku Ketua InaHRS/PERITMI, yaitu terkait kurangnya jumlah dokter spesialis di bidang ini dibandingkan dengan kebutuhan.
"Hanya terdapat 46 dokter spesialis jantung dan pembuluh darah ahli aritmia di Indonesia sampai tahun 2023," imbuh dr Sunu.
Tantangan kedua, lanjut dr Sunu, adalah akses masyarakat terhadap tatalaksana penyakit aritmia yang masih sangat buruk.
Sementara terkait layanan Ablasi FA dan ICD di Indonesia saat ini, dr Sunu menjelaskan, itu sangat membantu masyarakat yang mengidap aritmia.
Namun sayang, berdasarkan data tahun 2021, hanya ada 84 tindakan Ablasi FA yang dilakukan di Indonesia. Demikian pula untuk tindakan ICD di tahun yang sama, baru ada 66 tindakan.
Hal itu menunjukkan masih minimnya akses yang diperoleh pasien-pasien aritmia di Indonesia untuk mendapat pelayanan yang standar buat penyakit mereka. Padahal, kedua tindakan tersebut terbukti bisa meningkatkan kualitas hidup dan memperpanjang usia pasien.
(tsa)
Lihat Juga :