7 Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bersamaan, Bisa Picu Keracunan

Minggu, 24 September 2023 - 17:30 WIB
Foto/Getty Images

Saus tomat bersifat asam, sedangkan spageti terbuat dari karbohidrat yang cepat terurai menjadi glukosa, yang dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Selain itu, pasta kekurangan protein yang dibutuhkan untuk menyeimbangkan makanan ini.

Faktanya, saat menyantap saus tomat dengan pasta, Anda kebanyakan mengonsumsi karbohidrat. Ini artinya akan membuat merasa lapar segera setelah makan, yang dapat menyebabkan ngemil yang tidak sehat di kemudian hari.

Solusinya, pasangkan pasta gandum utuh dengan protein dan tambahkan beberapa sayuran. Seperti jamur atau bayam untuk menambah serat dan nutrisi.

6. Sereal dan Jus Jeruk



Foto/Getty Images

Jus jeruk mengandung gula dalam jumlah tinggi yang dapat memicu lonjakan kadar gula darah. Dikombinasikan dengan sereal manis, makanan ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang bisa menyebabkan penurunan tingkat energi sekitar satu jam kemudian.

Sebagai gantinya, konsumsilah sereal dengan pilihan lain seperti susu kedelai atau buah segar utuh. Namun, hindarilah buah-buahan kering karena buah-buahan tersebut memiliki kandungan kalori dan gula yang tinggi.

Baca Juga: 5 Makanan yang Boleh Dikonsumsi saat Maag, Bantu Sembuh Lebih Cepat

7. Bacon dan Telur



Foto/Getty Images

Kombinasi bacon dan telur menurut Ayurveda merupakan ide yang buruk karena tingginya jumlah protein dan lemak. Perut Anda membutuhkan waktu untuk menghasilkan cukup asam yang dapat memecah protein. Kombinasi dua protein memiliki proses pencernaan yang sangat lama.

Selain itu, bacon mengandung lemak jenuh yang tinggi, sedangkan telur mengandung kolesterol tinggi, yang seiring waktu dapat menyebabkan timbunan lemak di dinding arteri. Hal ini meningkatkan peluang Anda terkena penyakit jantung dan stroke.

Hal terbaik untuk dilakukan adalah makan bacon atau telur dengan roti gandum atau buah segar. Protein dan lemak dapat digabungkan dalam rasio yang lebih ideal dengan biji-bijian dibandingkan dengan produk seperti telur.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!