Konsumsi Kopi Jadi Tren Masyarakat Urban

Rabu, 05 Agustus 2020 - 15:45 WIB
Meski kopi arabika dari Tapanuli dihargai mahal di daerah lain, terutama di pusat gaya hidup dan ritel Jakarta. Namun, kondisi berbeda dialami oleh petani kopi yang ada di daerah ini. Banyak petani kopi yang justru mengalami kesulitan ekonomi.

Direktur Toba Pulp Lestari Jusuf Wibisono menjelaskan, Toba Pulp melakukan program pendampingan petani kopi sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Tak sebatas pada pembangunan infrastruktur sanitasi dan infrastruktur air saja.

“Kami terus berkomitmen untuk melakukan pendampingan terhadap para petani kopi di sekitar Toba agar perekonomian mereka bisa terangkat dan lebih baik,” jelas Jusuf.

Program pendampingan terhadap petani kopi adalah salah satu program CSR yang dijalankan perseroan, di samping kegiatan lainnya, seperti pendidikan dan pembangunan infrastruktur publik. “Toba Pulp Lestari senantiasa memberikan nilai tambah bagi stakeholders, masyarakat, serta lingkungan sekitar wilayah operasional perusahaan,” kata Jusuf. (Lihat videonya: Menghindari Tabrakan Sebuah Mobil Tercebur ke Laut)

Salah seorang petani kopi Marojahan Simangunsong mengungkapkan, PT Toba Pulp Lestari Tbk mengajarkan budi daya kopi yang baik sesuai dengan good agricultural practice (GAP) dari Puslitkoka melalui pemangkasan, pemupukan, dan penyiangan secara rutin. (Anton C)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!