Waspadai Toxic Relationship, Bisa Terjadi pada Hubungan Percintaan hingga Politik

Kamis, 02 November 2023 - 19:09 WIB
Biasanya toxic person menghadapi trauma dan stresnya sendiri untuk itu mereka tidak menampilkan versi terbaiknya dan sering membuat kesal orang lain.

Kata ‘toxic person’ digunakan untuk menggambarkan seseorang yang secara halus atau lahiriah sebagai manipulatif, egois, terlalu membutuhkan, atau suka mengendalikan.

Toksisitas yang ada pada seseorang bukan berarti termasuk gangguan mental. Tetapi mungkin ada masalah mental mendasar yang menyebabkan seseorang bertindak dengan cara yang toxic, termasuk gangguan kepribadian.

Baca Juga: Angelina Jolie Dukung Palestina: yang Tewas Anak-anak Tak Bersalah

Jenis-jenis toxic person pun beragam mulai dari mereka yang gemar manipulatif, tukang gosip, suka menghakimi, temperamental, the dementor, dan the positivity.

“Lantas mengapa orang dengan tipe the positivity ini masuk ke dalam jenis toxic person? Karena bagi saya kepositifan yang terus-menerus diucapkan bahkan dilakukan akan membuat ilusi seolah-olah orang lain atau diri sendiri sudah mencapai titik ‘sempurna’ sehingga tidak perlu usaha untuk meningkatkan kapasitas dirinya sendiri,” tutur Lilian, dilansir dari laman resmi Pemerintah Provinsi Bantul.

“Toxic relationship di sedikit dan banyak kasus biasanya diisi oleh salah satu atau bahkan lebih dari jenis orang-orang toxic yang telah saya paparkan di atas,” ujar dia lagi.
(tdy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!