Khasiat Air Kelapa Bagi Penderita Covid-19 dengan Komorbid
Kamis, 06 Agustus 2020 - 12:12 WIB
Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr. Reisa Broto Asmoro menjelaskan, ada tiga hal yang perlu diperhatikan bagi para peyandang PTM, antara lain menjaga asupan makanan dan minuman, menjalankan kebiasaan sehat dan rutin melakukan pemeriksaan ke dokter, “terutama pemeriksaan dengan dokter yang telah mengetahui rekam medis para penyandang PTM,” kata dr. Reisa.
Pada penderita kardiometabolik misalnya (faktor risiko terjadinya penyakit jantung diantaranya diabetes, obesitas, kolesterol , trigliserida serta tekanan hipertensi), telah memiliki chronic inflammation atau peradangan kronis di dalam tubuhnya sejak lama.
“Kalau sudah ada peradangan kronis yang berlangsung lama, otomatis sistem imunitas tubuh juga menurun,” beber DR. med. Dr. Maya Surjadjaja, M. Gizi, SpGK, FAAMFM, dalam Webinar bertajuk Bahaya Penyakit Penyerta Pada Pasien Covid-19 belum lama ini.
Itulah mengapa penderita komorbid lebih rentan terhadap penularan Covid-19 .” Faktor yang kedua adalah adanya reseptor ACE2, yaitu enzim yang menempel pada permukaan luar sel (membran sel) di hampir semua organ. Misalnya, di paru-paru, arteri, jantung, ginjal, dan usus. (Berdasarkan Zodiaknya, Seperti Apakah Kekasih Anda?)
Reseptor ini mempunyai afinitas yang kuat dengan virus SARS-CoV-2” jelas dr. Maya. Ikatan dengan reseptor ACE2 inilah yang memicu virus corona untuk masuk ke dalam sel inang. Sehingga gejala COVID-19 ada di organ-organ tersebut dan sangat bervariasi, seperti gangguan pernapasan, batuk, radang tenggorokan, peradangan hati, kejang, nyeri sendi, ruam di kulit, penurunan fungsi indra pengecap dan pembau, hingga diare. Apabila organ tersebut sedari awal sudah bermasalah diperparah dengan peradangan kronis, akan berakibat lebih fatal.
Pada penderita kardiometabolik misalnya (faktor risiko terjadinya penyakit jantung diantaranya diabetes, obesitas, kolesterol , trigliserida serta tekanan hipertensi), telah memiliki chronic inflammation atau peradangan kronis di dalam tubuhnya sejak lama.
“Kalau sudah ada peradangan kronis yang berlangsung lama, otomatis sistem imunitas tubuh juga menurun,” beber DR. med. Dr. Maya Surjadjaja, M. Gizi, SpGK, FAAMFM, dalam Webinar bertajuk Bahaya Penyakit Penyerta Pada Pasien Covid-19 belum lama ini.
Itulah mengapa penderita komorbid lebih rentan terhadap penularan Covid-19 .” Faktor yang kedua adalah adanya reseptor ACE2, yaitu enzim yang menempel pada permukaan luar sel (membran sel) di hampir semua organ. Misalnya, di paru-paru, arteri, jantung, ginjal, dan usus. (Berdasarkan Zodiaknya, Seperti Apakah Kekasih Anda?)
Reseptor ini mempunyai afinitas yang kuat dengan virus SARS-CoV-2” jelas dr. Maya. Ikatan dengan reseptor ACE2 inilah yang memicu virus corona untuk masuk ke dalam sel inang. Sehingga gejala COVID-19 ada di organ-organ tersebut dan sangat bervariasi, seperti gangguan pernapasan, batuk, radang tenggorokan, peradangan hati, kejang, nyeri sendi, ruam di kulit, penurunan fungsi indra pengecap dan pembau, hingga diare. Apabila organ tersebut sedari awal sudah bermasalah diperparah dengan peradangan kronis, akan berakibat lebih fatal.
Lihat Juga :