Rusia Umumkan Vaksin Covid-19 Pertama
Selasa, 11 Agustus 2020 - 08:01 WIB
Alexander Gintsburg, direktur Pusat Penelitian Nasional Gamaleya, mengklaim bahwa partikel virus corona yang digunakan dalam vaksin anti-COVID-19 tidak dapat membahayakan tubuh. Menurut kepala pusat Gamaleya, obat yang digunakan partikel mati dibuat berdasarkan adenovirus dan tidak ada kekhawatiran bahwa vaksin tersebut berpotensi membahayakan kesehatan seseorang.
“Partikel dan benda yang dapat mereproduksi jenisnya sendiri adalah yang dianggap hidup. Partikel yang dimaksud tidak dapat berkembang biak," jelas Gintsburg. (Baca juga: WHO: Enam Kandidat Vaksin COVID-19 dalam Uji Klinis Fase 3 ).
Sementara itu, seorang ahli virologi Rusia telah mempertanyakan keamanan kandidat vaksin COVID-19 yang berkembang pesat di negara itu, memperingatkan bahwa itu bisa berbahaya bagi mereka yang memiliki antibodi terhadap SARS-CoV-2.
Sebuah laporan di The Moscow Times, mengutip Alexander Chepurnov, mantan kepala penyakit menular di Vektor, menunjukkan kurangnya informasi dan data yang tersedia tentang uji klinis vaksin sebagai tanda bahaya.
“Bahayanya ada dalam hal kemungkinan peningkatan penyakit (keparahan) dengan vaksin yang salah,” ungkap Chepurnov.
“Partikel dan benda yang dapat mereproduksi jenisnya sendiri adalah yang dianggap hidup. Partikel yang dimaksud tidak dapat berkembang biak," jelas Gintsburg. (Baca juga: WHO: Enam Kandidat Vaksin COVID-19 dalam Uji Klinis Fase 3 ).
Sementara itu, seorang ahli virologi Rusia telah mempertanyakan keamanan kandidat vaksin COVID-19 yang berkembang pesat di negara itu, memperingatkan bahwa itu bisa berbahaya bagi mereka yang memiliki antibodi terhadap SARS-CoV-2.
Sebuah laporan di The Moscow Times, mengutip Alexander Chepurnov, mantan kepala penyakit menular di Vektor, menunjukkan kurangnya informasi dan data yang tersedia tentang uji klinis vaksin sebagai tanda bahaya.
“Bahayanya ada dalam hal kemungkinan peningkatan penyakit (keparahan) dengan vaksin yang salah,” ungkap Chepurnov.
Lihat Juga :