5 Cara Menanamkan Pendidikan Seks pada Anak, Jangan Menghakimi
Sabtu, 10 Februari 2024 - 22:43 WIB
Secara sederhana, sex positivity adalah meyakini bahwa seks adalah hal positif dalam kehidupan seseorang.
“Sex positivity adalah cara anak-anak dibesarkan dengan pengetahuan yang sesuai dengan usia dan memadai tentang orientasi mereka, dan konsep seks. Hal ini mencakup berbagi pengetahuan mengenai organ seks, pentingnya hubungan yang sehat, semuanya bertujuan agar mereka mengetahui secara positif tentang seksualitas,” kata Psikiater Dr Sanjay Kumavat dikutip healthshots.
Tidak pernah ada waktu yang tepat untuk “berbicara” dengan anak Anda. Namun, penting untuk diketahui bahwa Anda tidak boleh menghindari pembicaraan tentang seksualitas dengan anak Anda. Ini penting untuk perkembangan mereka secara keseluruhan. Agar orang tua menjadi positif terhadap seks, mereka harus merasa nyaman dan memiliki pemahaman yang jelas tentang apa arti seksualitas.
“Orang tua yang positif seks tidak malu membicarakan seksualitas secara terbuka dan memadai. Cukuplah kata yang saya tekankan, karena tidak boleh terlalu banyak atau kurang, dan mereka tidak boleh malu untuk mengkomunikasikan permasalahan tersebut. Mereka harus mulai berbicara segera setelah anak mulai mengembangkan karakter seksual sekunder, dan ketika mereka melihat bahwa anak tersebut menunjukkan minat pada seksualitas, seperti menunjukkan minat pada hubungan dan persahabatan lintas gender,” tutur Dr Kumavat.
“Sex positivity adalah cara anak-anak dibesarkan dengan pengetahuan yang sesuai dengan usia dan memadai tentang orientasi mereka, dan konsep seks. Hal ini mencakup berbagi pengetahuan mengenai organ seks, pentingnya hubungan yang sehat, semuanya bertujuan agar mereka mengetahui secara positif tentang seksualitas,” kata Psikiater Dr Sanjay Kumavat dikutip healthshots.
Tidak pernah ada waktu yang tepat untuk “berbicara” dengan anak Anda. Namun, penting untuk diketahui bahwa Anda tidak boleh menghindari pembicaraan tentang seksualitas dengan anak Anda. Ini penting untuk perkembangan mereka secara keseluruhan. Agar orang tua menjadi positif terhadap seks, mereka harus merasa nyaman dan memiliki pemahaman yang jelas tentang apa arti seksualitas.
“Orang tua yang positif seks tidak malu membicarakan seksualitas secara terbuka dan memadai. Cukuplah kata yang saya tekankan, karena tidak boleh terlalu banyak atau kurang, dan mereka tidak boleh malu untuk mengkomunikasikan permasalahan tersebut. Mereka harus mulai berbicara segera setelah anak mulai mengembangkan karakter seksual sekunder, dan ketika mereka melihat bahwa anak tersebut menunjukkan minat pada seksualitas, seperti menunjukkan minat pada hubungan dan persahabatan lintas gender,” tutur Dr Kumavat.