Peneliti Temukan Cara Baru Deteksi Dini Kanker Ovarium lewat Tes Urin

Minggu, 11 Februari 2024 - 09:22 WIB


“Dengan demikian, sebagian besar kanker ovarium didiagnosis pada stadium tiga dan empat ketika sudah menunjukkan gejala,” tambahnya.

Menurut Gerber, penemuan ini cukup menarik. Pasalnya, hal ini akan meningkatkan peluang tim medis dalam mendeteksi kanker pada tahap dini bagi pasiennya, sehingga bisa meningkatkan peluang untuk menyembuhkan lebih banyak kasus kanker ovarium.

Lantas, bagaimana tes urin ini bisa mendeteksi adanya kanker ovarium pada seseorang?

Gerber menjelaskan, terdapat ribuan partikel kecil yang disebut peptida dalam urin seseorang. Kemunculan partikel spesifik selain partikel peptida dalam urin seorang wanita bisa jadi pertanda dan gejala bahwa ia memiliki potensi mengidap kanker ovarium.

Para peneliti mengidentifikasi dan menganalisis 13 peptida, termasuk yang berasal dari glikoprotein a-2 yang kaya leusin (LRG-1), sebuah biomarker yang dikenal dalam urin penderita kanker ovarium.

Menurut para peneliti, mereka sekarang mengetahui seperti apa ciri-ciri peptida tersebut dan bagaimana hal itu dapat digunakan untuk mendeteksi kanker ovarium pada tahap awal dibandingkan dengan tes yang ada saat ini.

Baca Juga: Protein Hewani vs Nabati, Mana yang Lebih Baik?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!