Diputar Perdana di KBRI Singapura, Film Dokumenter 'Pilihan' Angkat Kompleksitas Perempuan Pekerja Migran Indonesia

Minggu, 25 Februari 2024 - 20:09 WIB
Ratusan pekerja migran Indonesia (PMI) di Singapura menonton dan berdiskusi film bertajuk Pilihan karya Ruangmigran di KBRI Singapura, Minggu (25/2/2024) siang. Foto/MPI/Eka Setiawan
SINGAPURA - Perempuan pekerja migran Indonesia (PMI) sering kali dihadapkan pada berbagai kompleksitas kehidupan, termasuk tipu daya di media sosial. Jika salah langkah, mereka bisa tergelincir hingga terjerat kasus hukum.

Pesan itu disampaikan dalam film dokumenter bertajuk Pilihan karya perdana dari Ruangmigran. Film ini berdurasi 21 menit 46 detik, dengan produser Ani Ema Susanti juga merupakan mantan PMI di Hong Kong.



Film tersebut diputar di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura pada Minggu (25/2/2024) siang. Noor Huda Ismail menjadi direktur eksekutif di film itu. Ada sekira 250 orang PMI yang hadir menonton dan berdiskusi tentang film Pilihan.

Ani Ema Susanti yang asli Jombang, Jawa Timur, bercerita kalau ia sempat minder lantaran stigma negatif terus melekat padanya.

Baca Juga: Kenapa Agak Laen Disebut Film Original?



“Keluarga besar saya nganggep, saya pergi ke luar negeri, ke Hong Kong itu, bekerja tidak layaknya orang pada umumnya bekerja. Saya (dianggap) dapat gaji tinggi karena saya jual diri. Itu beneran membuat harga diri saya, mental saya, beneran jatuh gitu. Dan itu lama. Proses menjadi normal menjadi manusia yang sedia kala itu lama,” beber Ani, produser sekaligus karakter di film Pilihan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!