Diputar Perdana di KBRI Singapura, Film Dokumenter 'Pilihan' Angkat Kompleksitas Perempuan Pekerja Migran Indonesia

Minggu, 25 Februari 2024 - 20:09 WIB
Ani tak menyerah. Dia ingin mengubah nasibnya, memutuskan kuliah, belajar film hingga menang Piala Citra (FFI) tahun 2011 untuk film dokumenter terbaik berjudul “Donor ASI”.

Beberapa film dokumenter di mana Ani terlibat di dalamnya antara lain Pengantin (2018) tentang 3 perempuan PMI yang terjerat kelompok ISIS, serta Kembali ke Titik (2023) film tentang mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI) yang tobat karena rasa cinta kepada ibu.

Ani juga menggarap film layar lebar bertajuk “Glo Kau Cahaya” (2023) tentang perjuangan seorang difabel yang jadi atlet renang.

“Film ini dan Ruangmigran jadi piranti edukasi kreatif bagi para PMI dalam melawan ekstremisme di dunia maya, dan pendidikan adalah salah satu cara memutus mata rantai kemiskinan,” papar Ani Ema yang juga pendiri Ruangmigran.id.

Sementara itu, pascapemutaran film dan diskusi, ratusan PMI mendapat pelatihan kewirausahaan dari 4 dosen Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

“Melatih kewirausahaan ayam dan telur untuk para PMI di Singapura. Jadi ada manajemen, literasi keuangan dilatihkan ke mereka. Tujuannya agar mereka sudah punya keterampilan saat purna menjadi PMI dan kembali ke Indonesia,” kata Noor Huda Ismail.

Baca Juga: 5 Film Komedi Indonesia dengan Penonton Terbanyak, Nomor 4 Menang Piala Citra

Alur Film 'Pilihan'

Pada chapter pertama tajuk yang dipilih adalah Jebakan Media Sosial. Ini merupakan kisah Listyowati, mantan PMI Hong Kong asal Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, yang sempat terjerat terorisme kelompok ISIS karena media sosial.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!