Bolehkah Kerokan saat Masuk Angin? Waspadai 3 Hal Ini
Selasa, 27 Februari 2024 - 13:20 WIB
Namun, banyak yang merasa bahwa kerokan memberikan perasaan lega dan melepas ketegangan pada otot dan jaringan di sekitar area yang dikerok.
"Masuk angin sebenarnya dalam istilah kedokteran itu tidak ada, yang ada adalah flu like syndrome. Yaitu kumpulan gejala yang disebabkan infeksi virus atau bakteri biasanya gejala-gejala ini berupa meriang atau menggigil, nyeri dan pegal-pegal dan juga perasaan tidak nyaman pada tubuh," jelasnya.
"Jadi jawabannya boleh aja dikerok yang penting teman-teman tidak mengerok terlalu kuat atau terlalu dalam," sambungnya.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait praktik kerokan:
Baca Juga: Sering Masuk Angin? Ini Fakta dan Mitos Kerokan
Kerokan dapat menyebabkan iritasi atau bahkan luka pada kulit, terutama jika dilakukan terlalu keras atau pada kulit yang sensitif.
"Masuk angin sebenarnya dalam istilah kedokteran itu tidak ada, yang ada adalah flu like syndrome. Yaitu kumpulan gejala yang disebabkan infeksi virus atau bakteri biasanya gejala-gejala ini berupa meriang atau menggigil, nyeri dan pegal-pegal dan juga perasaan tidak nyaman pada tubuh," jelasnya.
"Jadi jawabannya boleh aja dikerok yang penting teman-teman tidak mengerok terlalu kuat atau terlalu dalam," sambungnya.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait praktik kerokan:
Baca Juga: Sering Masuk Angin? Ini Fakta dan Mitos Kerokan
Efek Samping Kerokan saat Masuk Angin
1. Kulit Sensitif
Kerokan dapat menyebabkan iritasi atau bahkan luka pada kulit, terutama jika dilakukan terlalu keras atau pada kulit yang sensitif.
Lihat Juga :