Review Film Prenjak: Gadis Korek Api, Kelaminnya, dan Sensor Kita
Rabu, 13 Maret 2024 - 15:28 WIB
Foto: Studio Batu
Diah yang kepepet oleh persoalan ekonomi masih punya kuasa penuh atas tubuhnya. Sebuah isu yang sedang banyak dibicarakan saat ini sehingga terasa relevan.
Yang dikemukakan Wregas di sini sesungguhnya bukan barang baru. Lebih 20 tahun silam, tepatnya pada 1997, Garin Nugroho sudah memotret fenomena itu dalam film Daun di Atas Bantal. Adegan itu terasa membekas di benak penonton, juga Garin, sehingga sutradara kawakan itu kembali melakukan rekonstruksi atas adegan yang sama dalam film Aach, Aku Jatuh Cinta.
Dikisahkan, Rumi kecil mencoba mengintip rok perempuan di bawah meja dengan menggunakan korek api. Dalam sebuah wawancaranya di media, Wregas berujar bahwa idenya tersebut didapatkannya dari seorang teman.
Teman itu menceritakan pengalamannya bertahun silam kala ditawari oleh seorang penjual wedang rondhe di alun-alun diYogya. Sang pedagangmenawari melihat kelaminnya di bawah meja dengan menggunakan korek api.
Meski temanya tak baru, tapi isu yang disampaikan maupun cara pengemasannya menjadi krusial. Dan itulah yang menjadi kekuatan dari Prenjak (in the Year of Monkey).
Wregas mendorongnya ke titik yang lebih jauh. Ia memainkan isu lokal untuk bisa berbicara di tataran global. Ia mengangkat isu yang begitu purba di bumi ini sekaligus paling sensitif di Indonesia yaitu soal seks, untuk berkelindan dengan otoritas perempuan atas tubuhnya.
Juga bagaimana perempuan berkelit dari kesulitan ekonomi yang mengungkungnya. Jika dalam film-film sebelumnya perempuan menjadi obyek, di sini perempuan tampil di depan sebagai subyeknya.
Foto: Studio Batu
Lihat Juga :