Review Film When: Memaknai Film sebagai Medium Visual Efektif

Kamis, 11 April 2024 - 10:59 WIB
Dengan efektif, film dibuka dengan gema takbir dan Zainab yang berada di teras mencari sesuatu. Kita melihatnya menggunakan tongkat dan setelah ia beranjak masuk kembali ke dalam rumah, tahulah kita bahwa ia tak punya lagi kaki kanan.



Foto: Viddsee

Al mencoba memanfaatkan segala keterampilan bercerita untuk mengalirkan yang diperlukan buat film ini. Kita lantas melihat karakter sang suami yang sedang menyantap makanan, sesuatu yang memang disunnahkan sebelum beranjak mengikuti salat Eid.

Kita langsung tahu apa yang menggelisahkan Zainab: ia terancam tak bisa menggunakan sepatu yang baru saja dibelinya untuk digunakan pada saat paling istimewa.

Semua serba sederhana, tak ada yang berlebihan. Semua pas diutarakan oleh Al dalam film ini. Pendekatan ini justru memungkinkan film ini terasa menusuk hati kita yang sering kali tak bersyukur dengan segala kesempurnaan yang kita miliki.



Foto: Viddsee

Segala kesederhanaan yang dimiliki Zainab dan suaminya justru bisa jadi membuat kita iri. Bahwa ada yang lebih besar dari hasrat kebendaan, ada yang lebih mulia dari hasrat kepemilikan.

When terasa pas betul kita tonton kembali pada hari-hari ini saat kita baru saja merayakan Hari raya Idulfitri. Menjadi tontonan singkat dan berkesan yang memperlihatkan kembali sesungguh-sungguhnya menjadi manusia yang bersyukur. Menjadi film pendek yang merayakan keberadaan visual sebagai elemen utamanya untuk bercerita dan semua tersampaikan dengan pas.

Baca Juga: 6 Film dan Serial Pendek Netflix tentang Muslim untuk Tontonan Lebaran
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!