Kenali Gejala Kelainan Refraksi pada Mata Anak
Senin, 17 Agustus 2020 - 13:44 WIB
Menurut dr. Anissa, sebenarnya penggunaan gawai pada anak tidak menjadi masalah, karena gadget (HP/laptop) tidak berdampak secara langsung pada mata anak (menjadi minus). Namun, jarak penggunaannya yang harus diperhatikan, karena near-work activity yang memengaruhi perkembangan miopia, di mana anak-anak memiliki kecenderungan untuk melihat benda, termasuk gadget, dalam jarak terlalu dekat.
“Penggunaan gadget tidak menjadi masalah sepanjang penggunaan tersebut tidak berlangsung lama. Namun, jika terlalu lama akibatnya dapat membuat mata cenderung menjadi lelah. Hal ini dikarenakan biasanya anak-anak menatap gadget, membuat frekuensi berkedip berkurang,” terangnya.
Pada keadaan normal, mata manusia berkedip 15 kali per menit. Dengan cahaya gadget ini, menyebabkan orang hanya berkedip 5-7 kali per menit. Jadi hal inilah yang membuat mata menjadi lelah.
Pada kesempatan itu, dr. Anissa juga menyinggung soal kelainan refraksi. Menurutnya, kelainan refraksi adalah kondisi di mana gambaran benda yang masuk ke dalam mata tidak dapat difokuskan dengan tepat di retina. Hal ini membuat bayangan benda terlihat buram atau tidak tajam.
Kelainan refraksi dibagi menjadi tiga yaitu rabun jauh (miopi), rabun dekat (hiperopia), dan astigmatisma (mata silinder). Kelainan refraksi merupakan kelainan mata terbanyak di masyarakat, tak terkecuali pada anak-anak.
“Penggunaan gadget tidak menjadi masalah sepanjang penggunaan tersebut tidak berlangsung lama. Namun, jika terlalu lama akibatnya dapat membuat mata cenderung menjadi lelah. Hal ini dikarenakan biasanya anak-anak menatap gadget, membuat frekuensi berkedip berkurang,” terangnya.
Pada keadaan normal, mata manusia berkedip 15 kali per menit. Dengan cahaya gadget ini, menyebabkan orang hanya berkedip 5-7 kali per menit. Jadi hal inilah yang membuat mata menjadi lelah.
Pada kesempatan itu, dr. Anissa juga menyinggung soal kelainan refraksi. Menurutnya, kelainan refraksi adalah kondisi di mana gambaran benda yang masuk ke dalam mata tidak dapat difokuskan dengan tepat di retina. Hal ini membuat bayangan benda terlihat buram atau tidak tajam.
Kelainan refraksi dibagi menjadi tiga yaitu rabun jauh (miopi), rabun dekat (hiperopia), dan astigmatisma (mata silinder). Kelainan refraksi merupakan kelainan mata terbanyak di masyarakat, tak terkecuali pada anak-anak.
Lihat Juga :