CERMIN: Joko Anwar Membuat Kita (Kembali) Percaya pada Film Horor Lokal

Sabtu, 13 April 2024 - 08:42 WIB
Terutama Faradina yang jejak filmografinya masih terbilang sedikit menunjukkan keberanian luar biasa membawakan peran yang sinis ini dengan menarik. Melalui penubuhan Faradina, kita tahu bagaimana rasanya menjadi Sita, peduli pada perkembangan dirinya yang membuat menjadi apatis dengan banyak hal.

Kita juga ikut khawatir dengan sikap tak pernah takutnya yang konsisten terus diperlihatkannya. Tapi kita juga melihat di depan mata kita bagaimana keyakinan Sita terguncang, bagaimana peristiwa demi peristiwa perlahan mengubah dirinya menjadi seorang believer.

Tanpa memberi embel-embel religi pada filmnya, Siksa Kubur adalah salah satu film religi paling provokatif yang pernah dibuat di negeri ini. Dan harusnya memang sebagai pembuat film, selain memelihara keinginan mengeksplorasi sesuatu yang baru, kita pun perlu berani tak perlu lagi menjadi sekadar status quo.

Baca Juga: 3 Teori untuk Jelaskan Ending Siksa Kubur, Film Laris saat Libur Lebaran

Siksa Kubur adalah penghormatan besar dari Joko kepada penonton yang perlu kembali percaya bahwa film horor lokal tak perlu terus menerus menjadi medioker. Kita perlu memutus mata rantai itu dan perlu berani berbeda.

Dan genre horor pun tak perlu terus-menerus disalahkan hanya karena pembuat filmnya yang terlalu malas untuk bereksperimen.

Siksa Kubur

Produser: Tia Hasibuan

Penulis Skenario: Joko Anwar

Sutradara: Joko Anwar

Pemain: Faradina Mufti, Reza Rahadian, Muzakki Ramdhan

Ichwan Persada

Sutradara/produser/penulis skenario, pernah menjadi dosen di Universitas Padjajaran dan SAE Institute, bisa dikontak via Instagram @ichwanpersada
(ita)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!