CERMIN: Dalam Hidup Kita Perlu Menang Sekali Saja

Sabtu, 20 April 2024 - 12:48 WIB
Begitu pun proses perjalanan Le Ying diceritakan dengan begitu bersemangat ,sehingga membuat kita menaruh harapan dan ekspektasi tertentu padanya.

Segala episode dalam perjalanan itu mulai dari Le Ying menjadi pelayan, tak sengaja bertemu pelatih tinju yang diam-diam dicintainya, lantas patah hati karenanya, kemudian memutuskan menyeriusi dunia tinju, membuat kita berempati padanya. Empati itu terutama didapatkan oleh Le Ying karena pemeranannya yang total.



Foto: Shanghai Taopiaopiao Film and Television

Ia bertransformasi dengan mulus dan meyakinkan dari seorang perempuan pemalas, tambun, suka mengasihani diri sendiri, menjadi perempuan penuh tekad, mendorong dirinya berlatih habis-habisan dan sekali saja ingin menjadi pemenang dalam hidupnya. Le Ying yang dirundung sejak kecil karena penampilan fisiknya berharap tinju bisa memberikannya kemenangan yang sudah dinantikannya seumur hidupnya.

Namunkita tahu kemenangan hampir selalu tak mudah didapatkan. Apalagi menang di ring tinju. Le Ying bukan petinju profesional yang sudah berlatih bertahun-tahun, tapi determinasinya menaklukkan segala keraguan terhadapnya.

Perlahan empati kita sebagai penonton berubah menjadi respek kepadanya. Pada titik inilah YOLO berhasil merebut hati kita.

Dengan munculnya generasi baru penonton bioskop yang semakin mengapresiasi cerita-cerita orisinal, kita pun berharap rumah-rumah produksi besar memberi tempat pada cerita-cerita sejenis YOLO untuk tumbuh, berkembang, dan menemukan penontonnya di bioskop di Indonesia.

Mungkin kita sudah bosan dengan cerita-cerita yang memperlihatkan protagonis dengan segala kesempurnaannya, protagonis dengan kehidupan serba mudah di luar negeri, atau protagonis yang seperti tak mensyukuri hidupnya yang bergelimang privilege.



Foto:Shanghai Taopiaopiao Film and Television

Dari YOLO kita juga belajar bahwa film semestinya memang dipersiapkan dengan serius dan tak instan. Le Ying melakukan persiapan berbulan-bulan untuk mengubah penampilan fisiknya dari tambun kuyu menjadi berotot dan bersemangat.

Ia melewati kesusahan yang dialami oleh karakter yang diperankannya. Karena itulah perjuangannya pun terasa nyata, dan perasaan itu tersampaikan dengan baik ke penonton.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!