Review Film Civil War: Horor Perang Saudara di Mata Jurnalis Foto

Selasa, 30 April 2024 - 12:52 WIB
Film Civil War menampilkan teror dan horor perang saudara yang mengerikan dari sudut pandang para jurnalis. Foto/A24
JAKARTA - Film Civil War mengombinasikan banyak elemen dalam kisahnya, mulai dari adegan laga mendebarkan, cerita road trip, krisis kepribadian, hingga pertanyaan tentang etika jurnalistik.

Civil War adalah kisah fiksi tentang perang saudara di Amerika Serikat (AS). Namun berbeda dengan film perang pada umumnya, film yang digarap dan ditulis oleh Alex Garland (28 Days Later, Sunshine, Never Let Me Go, Dredd), ini tidak secara gamblang memberikan latar belakang mengapa perang tersebut bisa terjadi.



Penonton hanya bisa menebak-nebak dari dialog dan gambaran yang ada, bahwa perang ini terjadi pada masa pemerintahan ketiga dari seorang Presiden AS. Padahal, hukum yang berlaku saat ini (dalam kehidupan nyata) adalah masa pemerintahan dibatasi hanya dua periode.

Baca Juga: Ini Adegan Penting Film Challengers yang Dipotong di Bioskop Indonesia

Lalu, dalam masa tersebut terjadi pemberontakan dari beberapa wilayah AS, dengan beberapa pihak membangun aliansi yang berbeda-beda. Salah satu yang terkuat adalah Pasukan Barat. Tujuan mereka menggulingkan Presiden AS yang sedang berkuasa.

Sepanjang film, tak ada 'arahan' yang eksplisit dari Alex Garland bahwa penonton harus bersimpati pada kubu pemerintah AS atau pada Pasukan Barat. Sepertinya, ini adalah hal yang disengaja, karena Civil War memang mengambil sudut pandang dari para jurnalis, dalam hal ini adalah jurnalis foto.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!