Unilever dan Google Berkolaborasi Dorong Digitalisasi Bank Sampah

Kamis, 20 Agustus 2020 - 10:20 WIB
Temuan lain pada studi tersebut juga menunjukkan bahwa dari sekitar 22.000 ton sampah plastik yang dikumpulkan, 83% berasal dari pemulung, 15,2% dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) ataupun Tempat Pengolahan Sampah 3R (TPS3R), dan hanya 1,5% berasal dari Bank Sampah. Hal ini mengindikasikan kalau peran Bank Sampah sebagai salah satu pihak yang memiliki fungsi strategis dalam mengatasi dampak sampah pascakonsumsi masih perlu ditingkatkan.

“Menurut pengamatan kami, salah satu kendala yang masih menghambat peranan Bank Sampah adalah aksesibilitas. Yaitu belum meratanya penyebaran informasi mengenai lokasi Bank Sampah," ujar Maya Tamimi, Head of Division Environment & Sustainability Unilever Indonesia Foundation.

Berlatar permasalah itu, Unilever Indonesia berinisiatif mendorong digitalisasi Bank Sampah melalui kolaborasi dengan Google My Business. Digitalisasi ini memungkinkan masyarakat untuk lebih mudah menemukan Bank Sampah, sehingga mereka yang sudah memilah sampah dari rumah akan bisa menyalurkan sampahnya secara tepat dan tidak terbuang ke TPA.

Head of Corporate Affairs and Sustainability PT Unilever Indonesia Nurdiana Darus menambahkan, permasalahan pengelolaan sampah plastik maupun sampah secara keseluruhan memerlukan perhatian serius dari kita semua. Unilever sendiri secara global sudah mencanangkan komitmen untuk mengurangi setengah dari penggunaan plastik baru, mempercepat penggunaan plastik daur ulang , serta mengumpulkan dan memproses kemasan plastik lebih banyak daripada yang dijual paling lambat tahun 2025.

“Dalam upaya mewujudkan komitmen tersebut, kami melihat bahwa perubahan pola pikir, kebiasaan, hingga ke tatanan sistem saat ini dibutuhkan untuk memastikan plastik tidak melulu menjadi sumber masalah, tapi justru memberikan keuntungan bagi kita. Untuk itu, dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai pemerintah, pihak produsen seperti Unilever, dan seluruh lapisan masyarakat,” ujar Nurdiana.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!