Vaksinasi Anak demi Cegah Penyakit

Sabtu, 22 Agustus 2020 - 11:15 WIB
"Saya punya buku panduannya dan setahun pertama memang rajin vaksin, karena tiap bulan ke dokter. Setelah itu (tahun kedua), sudah lupa karena tidak tiap bulan. Tapi, vaksin wajib sudah semua," tuturnya.

Dia menambahkan, pandemi ini juga turut mempengaruhi situasi, karena belum sempat lagi membawa putri bungsunya untuk divaksin. Beruntung pada usia 14 bulan belum ada jadwal vaksin. Terakhir saat usia 9 bulan dilakukan vaksin campak. (Baca juga: Tak Ingin Solo Jadi Ajanng Coba-coba, PKS Siapkan Lawan Gibran)

Yang jelas, Isti bersyukur tidak melewati satu pun vaksin wajibnya. Dia juga akan melakukan hal sama pada tahun kedua ini. Namun, dia mengaku khawatir jika harus ke rumah sakit untuk vaksin saat pandemi sekarang.

"Bulan depan pas 15 bulan ada jadwal vaksin. PSBB sudah berakhir, tapi saya berpikir untuk ke rumah vaksinasi saja. Saya masih belum berani ke rumah sakit," ungkapnya.

Meskipun sudah memiliki anak ketiga, Isti bertekad tidak akan melewatkan vaksin wajib dan pelengkap. Dia akan tetap memperlakukan anak ketiganya sama dengan dua anaknya yang lain dengan tidak melewatkan vaksinasi.

Sebagai penulis blog tentang parenting, urusan vaksinasi juga pernah dia bahas dalam konten blog-nya. Saat itu sedang ada ajakan untuk vaksin MR dan bahaya rubela. Isti pun dengan tulisannya mengajak para sesama ibu untuk menjaga ibu hamil agar tidak terkena virus rubela dengan memberikan vaksin MR kepada anak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!