Review Blink Twice: Thriller Psikologis Penuh Teka-Teki
Rabu, 21 Agustus 2024 - 16:29 WIB
Foto: Warner Bros. Pictures
Blink Twice memberikan set up yang cukup lama untuk sampai ke sana. Dalam perjalanannya, film berdurasi 102 menit ini banyak menghabiskan waktu untuk menggambarkan kehidupan pesta para karakternya yang penuh kesenangan.
Di bagian ini, Zoe sepertinya ingin menyampaikan kisah satire tentang karakter-karakter dalam cerita ini dan kehidupan mereka. Namun pesan yang sebenarnya kuat ini terasa kurang sampai dan lebih terasa seperti film yang ingin tampil stylish saja.
Baca Juga: Penjelasan Ending Film Maharaja, Begini Kronologi Peristiwa yang Benar
Cerita baru benar-benar mendebarkan saat memasuki babak ketiga, yaitu saat Frida menemukan fakta yang mengerikan di pulau itu. Sampai di sini, barulah kita akan menyaksikan Blink Twice bak film tentang heroine yang mengamuk mencari keadilan.
Blink Twice bisa dibilang adalah film klasik genre misteri yang penuh teka-teki. Meski penyutradaraannya tampak brilian, tapi skenarionya masih terlalu lemah hingga tertinggal dari pesona akting para pemainnya.
Blink Twice memberikan set up yang cukup lama untuk sampai ke sana. Dalam perjalanannya, film berdurasi 102 menit ini banyak menghabiskan waktu untuk menggambarkan kehidupan pesta para karakternya yang penuh kesenangan.
Di bagian ini, Zoe sepertinya ingin menyampaikan kisah satire tentang karakter-karakter dalam cerita ini dan kehidupan mereka. Namun pesan yang sebenarnya kuat ini terasa kurang sampai dan lebih terasa seperti film yang ingin tampil stylish saja.
Baca Juga: Penjelasan Ending Film Maharaja, Begini Kronologi Peristiwa yang Benar
Cerita baru benar-benar mendebarkan saat memasuki babak ketiga, yaitu saat Frida menemukan fakta yang mengerikan di pulau itu. Sampai di sini, barulah kita akan menyaksikan Blink Twice bak film tentang heroine yang mengamuk mencari keadilan.
Blink Twice bisa dibilang adalah film klasik genre misteri yang penuh teka-teki. Meski penyutradaraannya tampak brilian, tapi skenarionya masih terlalu lemah hingga tertinggal dari pesona akting para pemainnya.
(ita)
Lihat Juga :