8 Fakta Konsumsi Cokelat, Melawan Kolesterol Jahat hingga Meringankan Efek Alzheimer
Sabtu, 14 September 2024 - 06:00 WIB
Memang, hasil yang dipublikasikan oleh Consumer Lab tampaknya mengonfirmasi bahwa banyak bubuk kakao mengandung lebih dari 0,3 mikrogram kadmium per gram—jumlah maksimum yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia per sajian.
6. Cokelat dan kolesterol jahat
Jika dimakan secara teratur sebagai bagian dari diet rendah lemak, cokelat batangan yang mengandung sterol tumbuhan dan flavanol kakao dapat mendukung kesehatan kardiovaskular, menurut temuan yang dipublikasikan oleh NCBI.
Baca Juga: Apakah Makan Cokelat Pantangan buat Penderita Asam Urat?
7. Menurunkan risiko penyakit jantung
Sebuah studi BMJ menyimpulkan bahwa tingkat konsumsi cokelat yang lebih tinggi dapat dikaitkan dengan penurunan risiko gangguan kardiometabolik.
8. Mengurangi risiko stroke
Studi lain yang diterbitkan AAN, menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi cokelat secara teratur lebih kecil kemungkinannya mengalami stroke dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya.
6. Cokelat dan kolesterol jahat
Jika dimakan secara teratur sebagai bagian dari diet rendah lemak, cokelat batangan yang mengandung sterol tumbuhan dan flavanol kakao dapat mendukung kesehatan kardiovaskular, menurut temuan yang dipublikasikan oleh NCBI.
Baca Juga: Apakah Makan Cokelat Pantangan buat Penderita Asam Urat?
7. Menurunkan risiko penyakit jantung
Sebuah studi BMJ menyimpulkan bahwa tingkat konsumsi cokelat yang lebih tinggi dapat dikaitkan dengan penurunan risiko gangguan kardiometabolik.
8. Mengurangi risiko stroke
Studi lain yang diterbitkan AAN, menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi cokelat secara teratur lebih kecil kemungkinannya mengalami stroke dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya.
(tdy)
Lihat Juga :