Waspadai Efek Antidepresan, Obat yang Dikonsumsi Edward Akbar hingga Bikin Emosi Tak Stabil

Rabu, 09 Oktober 2024 - 14:20 WIB
Obat ini dapat merangsang transmisi saraf yang melibatkan serotonin, norepinefrin dan dopamin sehingga suasana hati menjadi lebih baik.

Namun sama seperti obat-obatan lain, tidak semua orang cocok mengonsumsi obat antidepresan. Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa manfaat antidepresan umumnya bergantung pada tingkat keparahan depresi, semakin parah depresinya, semakin besar manfaat atau efektivitasnya. Antidepresan biasanya efektif pada depresi sedang, berat, dan kronis.

Sementara, British Journal of Psychiatry Open menjelaskan, sebanyak 80 persen selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI) adalah jenis obat antidepresan yang banyak diresepkan dokter.

Menindaklanjuti setelah 10 tahun, orang yang mengonsumsi SSRI memiliki peningkatan risiko penyakit jantung sebesar 34%, risiko kematian kardiovaskular yang hampir dua kali lipat, dan kemungkinan kematian akibat penyebab apapun sebesar 73% lebih tinggi. Untuk antidepresan lainnya, semua risikonya sekitar dua kali lipat.

Konsumsi obat antidepresan juga memiliki efek samping yang berbeda loh. Gejala umumnya seperti sakit perut, diare, sakit kepala, mudah ngantuk, dan disfungsi seksual.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!