Fotografer Indra Leonardi Ungkap Perjalanan Kehidupannya lewat Tangkapan Lensa Kamera di Pameran 365
Selasa, 22 Oktober 2024 - 07:30 WIB
Pameran yang dibuka untuk umum pada 13 Oktober 2024 hingga 3 November 2024 ini didukung dengan konsep ruang pamer yang berkolaborasi dengan Gregorius Supie Yolodi dan Maria Rosantina dari Yolodi+Maria Architects.
Maria menjelaskan, pameran karya Indra Leonardi di Spac8, Ashta, menampilkan deretan karya hitam putih yang dihasilkan dari rekaman gambar yang dibuat oleh Indra Leonardi setiap hari selama 365 hari. Penciptaan desain ruang pameran didasari oleh tulisan buah pemikiran Enin Supriyanto tentang karya Indra Leonardi. Dan dalam proses diskusi diperkaya oleh Henricus Linggawidjaja, Artnivora.
Maria menambahkan, intensi desain exhibition ini adalah bagaimana mencipta perjalanan jalinan bidang demi bidang yang mengubah persepsi orang tentang sebuah tempat yang sudah terbiasa diadakan pameran.
“Pengalaman spasial yang direncanakan dapat memperkuat karya hitam putih seorang Indra Leonardi, seorang fotografer, seorang sahabat, yang karya-karyanya indah dan memiliki karakter yang kuat. Karena pertimbangan dan intensi tersebut, ruang-ruang yang terbentuk adalah hasil komposisi bidang-bidang putih sebagai latar yang memperkuat karya seni fotografi Indra Leonardi dengan di beberapa tempat diberi penekanan berupa bidang plafon dan dinding berbahan reflektif seperti cermin untuk memberikan rasa spasial yang berbeda, memperlebar atau menambah tinggi ruang bahkan memanipulasi ruang,” paparnya.
Nippon Paint Indonesia melihat sosok Indra Leonardi sebagai fotografer dan juga pelaku seni yang berpengaruh dan patut mendapatkan dukungan dalam mewujudkan pameran foto hasil karyanya yang luar biasa. Untuk itu, Nippon Paint menyambut dengan sangat baik konsep ruang pameran 365 yang dirancang oleh Gregorius Supie Yolodi dan Maria Rosantina dari Yolodi+Maria Architects.
Maria menjelaskan, pameran karya Indra Leonardi di Spac8, Ashta, menampilkan deretan karya hitam putih yang dihasilkan dari rekaman gambar yang dibuat oleh Indra Leonardi setiap hari selama 365 hari. Penciptaan desain ruang pameran didasari oleh tulisan buah pemikiran Enin Supriyanto tentang karya Indra Leonardi. Dan dalam proses diskusi diperkaya oleh Henricus Linggawidjaja, Artnivora.
Maria menambahkan, intensi desain exhibition ini adalah bagaimana mencipta perjalanan jalinan bidang demi bidang yang mengubah persepsi orang tentang sebuah tempat yang sudah terbiasa diadakan pameran.
“Pengalaman spasial yang direncanakan dapat memperkuat karya hitam putih seorang Indra Leonardi, seorang fotografer, seorang sahabat, yang karya-karyanya indah dan memiliki karakter yang kuat. Karena pertimbangan dan intensi tersebut, ruang-ruang yang terbentuk adalah hasil komposisi bidang-bidang putih sebagai latar yang memperkuat karya seni fotografi Indra Leonardi dengan di beberapa tempat diberi penekanan berupa bidang plafon dan dinding berbahan reflektif seperti cermin untuk memberikan rasa spasial yang berbeda, memperlebar atau menambah tinggi ruang bahkan memanipulasi ruang,” paparnya.
Nippon Paint Indonesia melihat sosok Indra Leonardi sebagai fotografer dan juga pelaku seni yang berpengaruh dan patut mendapatkan dukungan dalam mewujudkan pameran foto hasil karyanya yang luar biasa. Untuk itu, Nippon Paint menyambut dengan sangat baik konsep ruang pameran 365 yang dirancang oleh Gregorius Supie Yolodi dan Maria Rosantina dari Yolodi+Maria Architects.
Lihat Juga :