Kelahiran Caesar Pengaruhi Imunitas Anak

Minggu, 30 Agustus 2020 - 08:30 WIB
Metode persalinan juga menentukan jenis mikrobiota yang nanti akan menghuni usus anak. Anak yang lahir secara normal akan dikolonisasi oleh bakteri vagina dan feses Ibu, termasuk Lactobacillus dan Bifidobacterium. Sedangkan anak yang lahir caesar, proses kolonisasi mikrobiotanya terpengaruh faktor eksternal sehingga terjadi ketidakseimbangan mikrobiota usus.

Paparan pertama dengan komunitas mikrobiota maternal (vagina, feses, ASI, mulut, dan kulit) bakal menentukan kematangan usus, perkembangan metabolik dan imunologi, serta konsekuensi status kesehatan jangka pendek dan jangka panjang.

Dibenarkan oleh Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi Prof. Dr. Moh. Juffrie, SpA(K), PhD, kelahiran merupakan titik yang menentukan sistem kekebalan tubuh untuk kehidupan di masa depan.

“Pada persalinan caesar terjadi ketidakseimbangan mikrobiota dalam sistem gastrointestinal yang memicu risiko terjadinya gangguan imunitas, termasuk alergi terhadap makanan,” ungkap Prof. Juffrie.

Sebuah penelitian menunjukkan, anak lahir caesar butuh waktu enam bulan untuk mencapai mikrobiota usus yang serupa dengan anak lahir normal. Awal kehidupan hingga usia 3 tahun merupakan jangka waktu penting pada anak untuk mengembalikan profil mikrobiota menjadi seimbang. Yang bisa dilakukan adalah memberi ASI eksklusif, karena ASI mengandung lebih dari 200 spesies mikroorganisme yang dikenal sebagai probiotik dan human milk oligosaccharides atau yang dikenal sebagai prebiotik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!