Penggunaan Face Shield Mampu Kurangi Risiko Penularan Covid-19
Senin, 31 Agustus 2020 - 16:03 WIB
Sejumlah 62 pekerja telah mengunjungi 5.880 rumah antara 4 Mei dan 13 Mei, di mana 222 orang dinyatakan positif SARS-CoV-2. Sebelum menambahkan face shield di alat pelindung diri mereka, 12 pekerja dinyatakan positif virus corona baru antara 3 Mei dan 15 Mei. Setelah itu, 50 pekerja lainnya diberi face shield yang terbuat dari polietena tereftalat (ketebalan 250 μm) untuk kunjungan rumah mereka. Petugas kesehatan memulai konseling lagi pada 20 Mei dan mengunjungi 18.000 rumah antara 20 Mei dan 30 Juni.
Menariknya, tidak ada petugas kesehatan yang dites positif kali ini, meskipun mengunjungi 2.682 warga yang terinfeksi. Perlu dicatat bahwa face shield bukan pengganti masker wajah, melainkan harus dipakai bersama untuk perlindungan tambahan. "Face shield mungkin telah mengurangi paparan okular atau kontaminasi pada masker atau tangan atau mungkin telah mengalihkan pergerakan udara di sekitar wajah," kata para peneliti. (Baca juga: Penting Libatkan Remaja dalam Pencegahan Stunting )
Faktanya, sebuah studi yang dilakukan untuk menguji khasiat face shield terhadap tetesan Aerosol batuk dari simulator batuk juga menemukan bahwa pelindung wajah mengurangi paparan penghirupan sebesar 96% dalam 18 inci setelah batuk. Pakar medis berpendapat bahwa face shield harus lebih rendah dari dagu, harus melampaui telinga dan tidak boleh ada celah antara dahi dan pelindung kepala.
Face shield dapat digunakan kembali dengan dibersihkan secara efektif menggunakan air dan sabun atau disinfektan.
Menariknya, tidak ada petugas kesehatan yang dites positif kali ini, meskipun mengunjungi 2.682 warga yang terinfeksi. Perlu dicatat bahwa face shield bukan pengganti masker wajah, melainkan harus dipakai bersama untuk perlindungan tambahan. "Face shield mungkin telah mengurangi paparan okular atau kontaminasi pada masker atau tangan atau mungkin telah mengalihkan pergerakan udara di sekitar wajah," kata para peneliti. (Baca juga: Penting Libatkan Remaja dalam Pencegahan Stunting )
Faktanya, sebuah studi yang dilakukan untuk menguji khasiat face shield terhadap tetesan Aerosol batuk dari simulator batuk juga menemukan bahwa pelindung wajah mengurangi paparan penghirupan sebesar 96% dalam 18 inci setelah batuk. Pakar medis berpendapat bahwa face shield harus lebih rendah dari dagu, harus melampaui telinga dan tidak boleh ada celah antara dahi dan pelindung kepala.
Face shield dapat digunakan kembali dengan dibersihkan secara efektif menggunakan air dan sabun atau disinfektan.
(tdy)
Lihat Juga :