Mengenal Fenomena Silent Firing, Suasana Tidak Nyaman Karyawan yang Bikin Resign
Senin, 30 Desember 2024 - 13:00 WIB
Meski punya kinerja bagus, karyawan nggak dikasih kenaikan gaji atau kesempatan promosi. Ini bikin mereka merasa mentok di perusahaan.
4. Pengurangan Akses atau Fasilitas
Contohnya, meja kerja dipindahin ke tempat yang nggak nyaman, atau dikurangi hak-hak seperti fleksibilitas kerja, tunjangan, atau pelatihan.
5. Komunikasi yang Buruk
Manajer atau tim HR mulai jarang ngobrol, bahkan sengaja menunda atau menghindari pertemuan dengan karyawan tertentu.
Mengapa Perusahaan Melakukan Ini?
1. Hemat Biaya: Menghindari biaya pesangon atau kompensasi yang wajib diberikan kalau PHK.
2. Menghindari Reputasi Buruk: PHK massal bisa merusak citra perusahaan di mata publik dan calon karyawan.
3. Strategi Seleksi Alami: Dengan menciptakan tekanan, hanya karyawan yang paling tangguh yang bertahan.
Apa yang Harus Dilakukan Karyawan?
Kalau kamu merasa jadi target silent firing, ada beberapa langkah yang bisa diambil:
1. Dokumentasi Situasi
Simpan bukti-bukti, seperti email, hasil evaluasi kerja, atau perubahan kebijakan yang nggak wajar. Ini penting kalau kamu mau melapor ke HR atau mengambil jalur hukum.
2. Bicara dengan Atasan atau HR
4. Pengurangan Akses atau Fasilitas
Contohnya, meja kerja dipindahin ke tempat yang nggak nyaman, atau dikurangi hak-hak seperti fleksibilitas kerja, tunjangan, atau pelatihan.
5. Komunikasi yang Buruk
Manajer atau tim HR mulai jarang ngobrol, bahkan sengaja menunda atau menghindari pertemuan dengan karyawan tertentu.
Mengapa Perusahaan Melakukan Ini?
1. Hemat Biaya: Menghindari biaya pesangon atau kompensasi yang wajib diberikan kalau PHK.
2. Menghindari Reputasi Buruk: PHK massal bisa merusak citra perusahaan di mata publik dan calon karyawan.
3. Strategi Seleksi Alami: Dengan menciptakan tekanan, hanya karyawan yang paling tangguh yang bertahan.
Apa yang Harus Dilakukan Karyawan?
Kalau kamu merasa jadi target silent firing, ada beberapa langkah yang bisa diambil:
1. Dokumentasi Situasi
Simpan bukti-bukti, seperti email, hasil evaluasi kerja, atau perubahan kebijakan yang nggak wajar. Ini penting kalau kamu mau melapor ke HR atau mengambil jalur hukum.
2. Bicara dengan Atasan atau HR
Lihat Juga :