10 Kota di Indonesia dengan Konsumsi Gorengan Tertinggi, Batang Posisi Pertama
Rabu, 19 Maret 2025 - 13:20 WIB
Berdasarkan survei Kementerian Kesehatan pada 2023, diketahui bahwa sebanyak 51,7 persen penduduk Indonesia yang berusia tiga tahun ke atas mengonsumsi makanan berlemak, berkolesterol, atau gorengan dengan frekuensi 1-6 kali per minggu.
Lebih mengkhawatirkan lagi, sekitar 37,4 persen penduduk Indonesia tercatat mengonsumsi makanan jenis ini minimal satu kali setiap hari. Hal tersebut menunjukkan betapa kuatnya peran gorengan dalam pola makan harian masyarakat.
Baca Juga: Dokter Tidak Sarankan Buka Puasa dengan Gorengan dan Es Buah, Bikin Perut Begah
Provinsi-provinsi di Pulau Jawa, seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Banten, menjadi wilayah dengan tingkat konsumsi gorengan tertinggi. Lebih dari 40 persen penduduk di provinsi-provinsi ini tercatat mengonsumsi gorengan setiap hari, menjadikannya sebagai bagian dari kebiasaan makan yang sulit dihilangkan.
Hal ini pun tercermin dari daftar 10 kabupaten/kota dengan konsumsi gorengan tertinggi, yang sebagian besar berasal dari Pulau Jawa. Kabupaten Batang, Indramayu, Kota Pekalongan, Pemalang, Pekalongan, Majalengka, dan Brebes menjadi contoh nyata bagaimana gorengan menjadi bagian tak terpisahkan dari pola konsumsi masyarakat di Jawa.
Namun, di balik kelezatan dan kemudahan aksesnya, konsumsi gorengan yang berlebihan memiliki dampak negatif terhadap kesehatan. Lemak trans yang terkandung dalam minyak goreng yang digunakan secara berulang kali dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL), yang pada akhirnya meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, serta gangguan metabolisme lainnya.
Ditambah lagi, pola konsumsi gorengan yang tinggi sering kali beriringan dengan rendahnya konsumsi sayur dan buah, yang berakibat pada meningkatnya risiko obesitas serta penyakit tidak menular lainnya. Mengingat dampak kesehatan yang ditimbulkan, penting bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam mengatur pola makan dan mengurangi ketergantungan terhadap gorengan.
Baca Juga: 6 Jenis Gorengan Favorit Orang Indonesia saat Buka Puasa
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan membatasi frekuensi konsumsi gorengan, menggantinya dengan makanan yang lebih sehat seperti camilan berbasis buah atau kacang-kacangan, serta memilih metode memasak yang lebih sehat yakni memanggang atau merebus.
Lebih mengkhawatirkan lagi, sekitar 37,4 persen penduduk Indonesia tercatat mengonsumsi makanan jenis ini minimal satu kali setiap hari. Hal tersebut menunjukkan betapa kuatnya peran gorengan dalam pola makan harian masyarakat.
Baca Juga: Dokter Tidak Sarankan Buka Puasa dengan Gorengan dan Es Buah, Bikin Perut Begah
Provinsi-provinsi di Pulau Jawa, seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Banten, menjadi wilayah dengan tingkat konsumsi gorengan tertinggi. Lebih dari 40 persen penduduk di provinsi-provinsi ini tercatat mengonsumsi gorengan setiap hari, menjadikannya sebagai bagian dari kebiasaan makan yang sulit dihilangkan.
Hal ini pun tercermin dari daftar 10 kabupaten/kota dengan konsumsi gorengan tertinggi, yang sebagian besar berasal dari Pulau Jawa. Kabupaten Batang, Indramayu, Kota Pekalongan, Pemalang, Pekalongan, Majalengka, dan Brebes menjadi contoh nyata bagaimana gorengan menjadi bagian tak terpisahkan dari pola konsumsi masyarakat di Jawa.
Namun, di balik kelezatan dan kemudahan aksesnya, konsumsi gorengan yang berlebihan memiliki dampak negatif terhadap kesehatan. Lemak trans yang terkandung dalam minyak goreng yang digunakan secara berulang kali dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL), yang pada akhirnya meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, serta gangguan metabolisme lainnya.
Ditambah lagi, pola konsumsi gorengan yang tinggi sering kali beriringan dengan rendahnya konsumsi sayur dan buah, yang berakibat pada meningkatnya risiko obesitas serta penyakit tidak menular lainnya. Mengingat dampak kesehatan yang ditimbulkan, penting bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam mengatur pola makan dan mengurangi ketergantungan terhadap gorengan.
Baca Juga: 6 Jenis Gorengan Favorit Orang Indonesia saat Buka Puasa
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan membatasi frekuensi konsumsi gorengan, menggantinya dengan makanan yang lebih sehat seperti camilan berbasis buah atau kacang-kacangan, serta memilih metode memasak yang lebih sehat yakni memanggang atau merebus.
(dra)
Lihat Juga :