Benarkah Mengonsumsi Telur Bisa Menyebabkan Kanker Payudara?
Jum'at, 04 April 2025 - 21:00 WIB
Menariknya, asam linoleat hanya mempercepat pertumbuhan sel pada kanker payudara triple-negatif, dan efek ini tidak ditemukan pada jenis kanker lainnya. Proses ini dimediasi oleh protein FABP5, yang berfungsi sebagai "pengangkut" asam lemak ke dalam sel.
Dilansir dari Times of India, Jumat (4/4/2025), pada tumor triple-negatif, jumlah FABP5 jauh lebih tinggi, sehingga interaksi antara asam linoleat dan FABP5 memicu aktivasi jalur mTORC1 dan mempercepat pertumbuhan sel kanker.
"Kami kini memahami bahwa asam linoleat memicu pertumbuhan sel kanker melalui mekanisme yang sangat spesifik," kata Dr. John Blenis, penulis utama studi dan profesor di Departemen Farmakologi Weill Cornell Medicine.
"Temuan ini memperjelas hubungan antara pola makan tinggi lemak omega-6 dan kanker, serta bisa menjadi dasar untuk rekomendasi gizi yang lebih terarah," sambungnya.
Baca Juga: Apakah Makan Telur Tiap Hari Bikin Kolesterol Naik?
Sejak 1950-an, konsumsi asam linoleat meningkat pesat, seiring dengan tingginya penggunaan minyak nabati dalam makanan olahan dan gorengan. Meski sebelumnya banyak studi mencoba meneliti kaitan antara lemak omega-6 dan kanker, hasilnya cenderung tidak konsisten karena tidak membahas mekanisme biologis secara mendalam.
Dilansir dari Times of India, Jumat (4/4/2025), pada tumor triple-negatif, jumlah FABP5 jauh lebih tinggi, sehingga interaksi antara asam linoleat dan FABP5 memicu aktivasi jalur mTORC1 dan mempercepat pertumbuhan sel kanker.
"Kami kini memahami bahwa asam linoleat memicu pertumbuhan sel kanker melalui mekanisme yang sangat spesifik," kata Dr. John Blenis, penulis utama studi dan profesor di Departemen Farmakologi Weill Cornell Medicine.
"Temuan ini memperjelas hubungan antara pola makan tinggi lemak omega-6 dan kanker, serta bisa menjadi dasar untuk rekomendasi gizi yang lebih terarah," sambungnya.
Baca Juga: Apakah Makan Telur Tiap Hari Bikin Kolesterol Naik?
Sejak 1950-an, konsumsi asam linoleat meningkat pesat, seiring dengan tingginya penggunaan minyak nabati dalam makanan olahan dan gorengan. Meski sebelumnya banyak studi mencoba meneliti kaitan antara lemak omega-6 dan kanker, hasilnya cenderung tidak konsisten karena tidak membahas mekanisme biologis secara mendalam.
Lihat Juga :