Mengenal Penyakit Batu Empedu Sejak Dini

Senin, 07 September 2020 - 14:15 WIB
Ia menuturkan bahwa faktor risiko dari penyakit ini tidak hanya lemak. Faktor risiko dari batu empedu, biasanya disingkat menjadi 4F, yaitu fat (lemak), forty (umur), female (wanita), dan family (genetik).

Bila ada batu di dalam saluran empedu, maka dapat menyebabkan sumbatan aliran empedu dan infeksi. Akibatnya penderitanya dapat terlihat kuning (terutama tampak pada mata), disertai nyeri ulu hati seperti orang sakit maag dan demam.

Menurut dr Suwito, pada hampir sebagian besar kasus, penyakit ini tidak akan menimbulkan gejala apa pun. Namun, terkadang batu ini akan menyumbat bagian ujung empedu sehingga akan memicu rasa sakit mendadak yang cukup hebat. Nyeri ini disebut dengan nyeri kolik, dan dapat bertahan selama hitungan jam. (Lihat videonya: Kemarau Panjang, Warga Kabupaten Bekasi Mengalami Kekeringan)

Pada pengobatan batu empedu, salah satu prosedur modern untuk mengatasi sumbatan saluran empedu adalah dengan metode ERCP (Endoscopy Retrograde Cholangiopancreatography). “Dengan metode ERCP ini dapat dilihat tempat terjadinya sumbatan saluran empedu, dan sekaligus dapat dilakukan upaya mengatasi sumbatan tersebut,” paparnya. (Iman Firmansyah)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!