Fans Berat Mobile Legends, Emosi Boy William Ikut Teraduk-Aduk di Esports Star Indonesia
Senin, 07 September 2020 - 21:26 WIB
“Gue butuh kapten yang benar-benar percaya diri. Nah, JBun itu punya karakteristik sendiri. Dia PD (percaya diri), tegas, berani dan nantang” ucap Coach Marsha tegas.
Sebagai kapten, JBun dan Saint de Lucaz berkesempatan untuk menyarankan strategi dan juga mengatur teman satu teamnya selama match, tentunya dengan saran dan masukan dari masing-masing Coach.
Sayangnya, bagi Blue Rhinos strategi yang diterapkan tidak tereksekusi dengan baik. Round pertama berakhir dengan kekalahan Blue Rhinos, hal ini membuat Coach Marsha emosi tentunya.
“Kalian tahu kenapa kalian kalah? Hah? Tahu ga?” ucap Coach Marsha meninggi Miskomunikasi yang terlalu ribut menjadi salah satu alasan yang diutarakan Midas, salah satu pemain dari Blue Rhinos. Hal ini tidak bisa diterima begitu saja oleh Coach Marsha.
“Rusuh? Itu alasan lo? Lo engga mau main dirusuh?” katanya lagi dengan nada semakin tinggi.
Sebagai kapten, JBun dan Saint de Lucaz berkesempatan untuk menyarankan strategi dan juga mengatur teman satu teamnya selama match, tentunya dengan saran dan masukan dari masing-masing Coach.
Sayangnya, bagi Blue Rhinos strategi yang diterapkan tidak tereksekusi dengan baik. Round pertama berakhir dengan kekalahan Blue Rhinos, hal ini membuat Coach Marsha emosi tentunya.
“Kalian tahu kenapa kalian kalah? Hah? Tahu ga?” ucap Coach Marsha meninggi Miskomunikasi yang terlalu ribut menjadi salah satu alasan yang diutarakan Midas, salah satu pemain dari Blue Rhinos. Hal ini tidak bisa diterima begitu saja oleh Coach Marsha.
“Rusuh? Itu alasan lo? Lo engga mau main dirusuh?” katanya lagi dengan nada semakin tinggi.
Lihat Juga :