Viral! Maskapai Eropa Siapkan Kursi Berdiri Mulai 2026 demi Tiket Super Murah
Minggu, 25 Mei 2025 - 21:00 WIB
Baca Juga: Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta Resmi Jadi Pusat Penerbangan Umrah dan Haji, Ini Fasilitasnya
Skema ini diyakini bisa menjangkau penumpang dari semua kalangan dan menjadikan terbang sebagai moda transportasi paling terjangkau. Meski belum ada maskapai yang mengumumkan secara resmi penggunaan kursi berdiri ini, laporan menyebutkan bahwa sejumlah maskapai bertarif rendah di wilayah Eropa Timur dan Spanyol telah menunjukkan minat serius terhadap desain Skyrider 2.0.
Maskapai seperti Ryanair disebut-sebut paling berpotensi menjadi pionir dalam pengaplikasiannya. Jika sesuai rencana, Skyrider 2.0 akan mulai digunakan pada tahun 2026, khusus untuk penerbangan jarak pendek di bawah dua jam, guna mengurangi risiko ketidaknyamanan jangka panjang bagi penumpang.
Meskipun sisi efisiensi dan biaya tampak menjanjikan, tantangan terbesar dari implementasi kursi ini datang dari aspek regulasi. Otoritas penerbangan sipil Eropa maupun global masih harus mengevaluasi kelayakan teknis dan keselamatan dari desain kursi berdiri ini sebelum memberikan izin penggunaan.
Baca Juga: Bandara Internasional Indonesia Dipangkas, dari 34 Jadi 17
Skema ini diyakini bisa menjangkau penumpang dari semua kalangan dan menjadikan terbang sebagai moda transportasi paling terjangkau. Meski belum ada maskapai yang mengumumkan secara resmi penggunaan kursi berdiri ini, laporan menyebutkan bahwa sejumlah maskapai bertarif rendah di wilayah Eropa Timur dan Spanyol telah menunjukkan minat serius terhadap desain Skyrider 2.0.
Maskapai seperti Ryanair disebut-sebut paling berpotensi menjadi pionir dalam pengaplikasiannya. Jika sesuai rencana, Skyrider 2.0 akan mulai digunakan pada tahun 2026, khusus untuk penerbangan jarak pendek di bawah dua jam, guna mengurangi risiko ketidaknyamanan jangka panjang bagi penumpang.
Meskipun sisi efisiensi dan biaya tampak menjanjikan, tantangan terbesar dari implementasi kursi ini datang dari aspek regulasi. Otoritas penerbangan sipil Eropa maupun global masih harus mengevaluasi kelayakan teknis dan keselamatan dari desain kursi berdiri ini sebelum memberikan izin penggunaan.
Baca Juga: Bandara Internasional Indonesia Dipangkas, dari 34 Jadi 17
(dra)
Lihat Juga :