Membaca Berita di Pagi Hari dan sebelum Tidur Sebaiknya Dihindari, Kenapa?
Sabtu, 19 Juli 2025 - 06:30 WIB
Hal yang terbaik yang bisa dilakukan, saran Mia, adalah seseorang itu bisa menyadari bahwa mereka mempunyai kendali atas informasi apa yang dikonsumsi, misalnya mengatur waktu dan frekuensi membaca berita serta memilih sumber yang kredibel.
Selain itu, jeda perhatian dari media dengan aktivitas yang mendukung kesejahteraan psikologis, seperti olahraga ringan, ngobrol dengan keluarga, atau sekadar istirahat menghilangkan penat.
“Yang tidak kalah penting adalah menerima bahwa diri tidak harus selalu tahu segalanya. Dengan begitu, kita memberi ruang bagi pikiran untuk bernapas di tengah derasnya arus informasi yang tak selalu ramah bagi jiwa,” pesannya.
Menjaga kewarasan, menurut Bu Mia, berarti tahu kapan perlu rehat, kapan harus berhenti dan kapan saatnya kembali terhubung untuk memahami, merespons dan berkontribusi dengan pikiran yang jernih dan hati yang utuh.
Selain itu, jeda perhatian dari media dengan aktivitas yang mendukung kesejahteraan psikologis, seperti olahraga ringan, ngobrol dengan keluarga, atau sekadar istirahat menghilangkan penat.
“Yang tidak kalah penting adalah menerima bahwa diri tidak harus selalu tahu segalanya. Dengan begitu, kita memberi ruang bagi pikiran untuk bernapas di tengah derasnya arus informasi yang tak selalu ramah bagi jiwa,” pesannya.
Menjaga kewarasan, menurut Bu Mia, berarti tahu kapan perlu rehat, kapan harus berhenti dan kapan saatnya kembali terhubung untuk memahami, merespons dan berkontribusi dengan pikiran yang jernih dan hati yang utuh.
(nnz)
Lihat Juga :