Membaca Berita di Pagi Hari dan sebelum Tidur Sebaiknya Dihindari, Kenapa?

Sabtu, 19 Juli 2025 - 06:30 WIB
loading...
Membaca Berita di Pagi...
Ternyata ada alasan mengapa membaca berita di pagi hari dan sebelum tidur itu tidak disarankan oleh psikolog. Foto/Indiatimes.
A A A
JAKARTA - Ternyata ada alasan mengapa membaca berita di pagi hari dan sebelum tidur itu tidak disarankan oleh psikolog . Terlebih di era digital ini berita buruk hadir nyaris tanpa henti.

Psikolog dari IPB University, Nur Islamiah mengingatkan masyarakat untuk tidak menjadikan berita sebagai santapan pertama di pagi hari atau sebelum tidur. Menurutnya, pada dua waktu tersebut, otak berada dalam kondisi paling rentan terhadap pengaruh emosional.

Baca juga: Apa Itu Child Grooming? Waspadai Tanda-tanda dan Dampaknya pada Psikologis Anak

“Membuka hari dengan berita negatif dapat memicu stres sejak pagi, sementara mengaksesnya sebelum tidur dapat mengganggu kualitas istirahat dan memperburuk kecemasan,” urai Bu Mia, sapaan akrabnya, melalui siaran pers, Sabtu (9/7/2025).

Dia melanjutkan, tanpa disadari, kita mungkin sedang mengalami apa yang oleh para ahli psikologi yang disebut sebagai media saturation overload, kondisi dimana otak dan emosi menjadi terlalu jenuh akibat paparan terus-menerus terhadap berita negatif dari berbagai platform, terutama media sosial.

Baca juga: 8 Ribu Tentara Israel Alami Kerusakan Mental dan Fisik sejak 7 Oktober

Menurutnya, fenomena tersebut bukan sekadar kejenuhan sesaat. Paparan konstan terhadap berita negatif menciptakan siklus stres psikologis, yaitu semakin sering kita menyimak berita buruk, semakin tinggi kecemasan yang kita rasakan, dan semakin sulit bagi pikiran untuk pulih dan tenang.

“Kelompok usia remaja dan dewasa awal menjadi populasi yang paling rentan, utamanya karena konsumsi mereka terhadap sosial media cenderung lebih tinggi dibanding kelompok usia lainnya,” jelasnya.

Baca juga: Apa Dampak Psikologis dari Pengangguran dan Cara Mengatasinya

Hal yang terbaik yang bisa dilakukan, saran Mia, adalah seseorang itu bisa menyadari bahwa mereka mempunyai kendali atas informasi apa yang dikonsumsi, misalnya mengatur waktu dan frekuensi membaca berita serta memilih sumber yang kredibel.

Selain itu, jeda perhatian dari media dengan aktivitas yang mendukung kesejahteraan psikologis, seperti olahraga ringan, ngobrol dengan keluarga, atau sekadar istirahat menghilangkan penat.

“Yang tidak kalah penting adalah menerima bahwa diri tidak harus selalu tahu segalanya. Dengan begitu, kita memberi ruang bagi pikiran untuk bernapas di tengah derasnya arus informasi yang tak selalu ramah bagi jiwa,” pesannya.

Menjaga kewarasan, menurut Bu Mia, berarti tahu kapan perlu rehat, kapan harus berhenti dan kapan saatnya kembali terhubung untuk memahami, merespons dan berkontribusi dengan pikiran yang jernih dan hati yang utuh.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mitos atau Fakta Golongan...
Mitos atau Fakta Golongan Darah O Rentan Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Pakar IPB
Selain Daun Pepaya dan...
Selain Daun Pepaya dan Nanas, Ini Bahan Alami Lain untuk Mengempukkan Daging Kurban
Tidak Semua Daging Wagyu...
Tidak Semua Daging Wagyu di Indonesia Asli Jepang, Pakar Beberkan Ciri dan Cara Ceknya
4,8 Persen Anak Alami...
4,8 Persen Anak Alami Depresi, Ini 5 Gejala yang Perlu Diwaspadai Orang Tua
Paling Lengkap, Cepat,...
Paling Lengkap, Cepat, Akurat & Terpercaya, Tonton Beragam Channel Berita di VISION+
Sering Stres dan Overthinking?...
Sering Stres dan Overthinking? Terapkan 5 Cara Ini agar Pikiran Lebih Tenang
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
Bukan Hanya Umur, Pakar...
Bukan Hanya Umur, Pakar IPB Sebut 6 Aspek Kesiapan Anak Sebelum Masuk SD
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
Rekomendasi
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
Berita Terkini
Sinopsis The Last Girl...
Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya
Randy Martin Buka Bisnis...
Randy Martin Buka Bisnis Photobooth, Kemesraannya dengan Lyodra Curi Perhatian
Liburan Sekolah Makin...
Liburan Sekolah Makin Seru dengan Petualangan dan Aktivitas Keluarga
Meriah! Road To Kilau...
Meriah! Road To Kilau Raya MNCTV Guncang Mojokerto dengan Penampilan Inul Daratista dan Happy Asmara
Usia Peserta Miss Indonesia...
Usia Peserta Miss Indonesia Kini 19-25 Tahun, RCTI Cari Kandidat yang Lebih Matang untuk Miss World
Ikut Audisi Miss Indonesia...
Ikut Audisi Miss Indonesia 2026, Wakil dari Sumut Ini Ingin Menginspirasi Perempuan Indonesia
Infografis
Zikir Singkat Pagi dan...
Zikir Singkat Pagi dan Sore Hari, Memiliki Keutamaan Luar Biasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved