Ibu Ini Siapkan 200 Tas Hadiah Berisi Earplug agar Bayinya Tak Ganggu Penumpang Pesawat
Rabu, 06 Agustus 2025 - 13:34 WIB
Baca juga: Begini Kronologi Lengkap Penumpang Lion Air Rute Jakarta-Kualanamu Teriak-teriak Ada Bom
Menurut catatan di foto Corona, Junwoo belum pernah naik pesawat sebelumnya.
"Saya sedikit gugup dan takut karena ini penerbangan pertama saya [...] yang berarti saya mungkin akan menangis atau membuat terlalu banyak suara. Saya akan mencoba untuk pergi dengan tenang, meskipun saya tidak bisa berjanji.. Mohon maaf," tulis catatan itu. "Jadi, ibu saya menyiapkan tas bingkisan kecil untuk Anda! Tolong gunakan [penyumbat telinga] jika terlalu berisik karena saya."
Baca juga: Heboh, 52 Penumpang Yahudi Diusir dari Penerbangan Vueling karena Berbuat Onar
Sebagai Direktur Fotografi di ABC Television di San Francisco, Corona memberi tahu kami bahwa ia sedang kembali dari perjalanan dinas dan tidak sepenuhnya yakin apa yang terjadi ketika pertama kali melihat ibu Junwoo berjalan menuju lorong pesawat.
"Awalnya, saya pikir dia pramugari," kata Corona kepada kami. "Bahkan, teman duduk di sebelah saya, yang berasal dari San Jose, bahkan bertanya kepadanya, 'Bolehkah kami minta sandal?' Ia tidak bisa berbahasa Inggris. Ia hanya bisa berbahasa Korea, jadi ia melambaikan tangan dan hanya menyerahkan tas bingkisan. Lalu saya mulai membaca pesan itu dan menyadari bahwa ia adalah ibunya."
Menurut catatan di foto Corona, Junwoo belum pernah naik pesawat sebelumnya.
"Saya sedikit gugup dan takut karena ini penerbangan pertama saya [...] yang berarti saya mungkin akan menangis atau membuat terlalu banyak suara. Saya akan mencoba untuk pergi dengan tenang, meskipun saya tidak bisa berjanji.. Mohon maaf," tulis catatan itu. "Jadi, ibu saya menyiapkan tas bingkisan kecil untuk Anda! Tolong gunakan [penyumbat telinga] jika terlalu berisik karena saya."
Baca juga: Heboh, 52 Penumpang Yahudi Diusir dari Penerbangan Vueling karena Berbuat Onar
Sebagai Direktur Fotografi di ABC Television di San Francisco, Corona memberi tahu kami bahwa ia sedang kembali dari perjalanan dinas dan tidak sepenuhnya yakin apa yang terjadi ketika pertama kali melihat ibu Junwoo berjalan menuju lorong pesawat.
"Awalnya, saya pikir dia pramugari," kata Corona kepada kami. "Bahkan, teman duduk di sebelah saya, yang berasal dari San Jose, bahkan bertanya kepadanya, 'Bolehkah kami minta sandal?' Ia tidak bisa berbahasa Inggris. Ia hanya bisa berbahasa Korea, jadi ia melambaikan tangan dan hanya menyerahkan tas bingkisan. Lalu saya mulai membaca pesan itu dan menyadari bahwa ia adalah ibunya."
Lihat Juga :