Jerome Polin Soroti Gaji Guru dan Dosen, Sindir Pemerintah soal Prioritas Pendidikan
Senin, 11 Agustus 2025 - 07:40 WIB
Ia menegaskan, mustahil meningkatkan kualitas pendidikan tanpa memperbaiki kesejahteraan guru. Bagi Jerome, gaji yang kompetitif akan menarik lebih banyak orang pintar dan berkompeten masuk ke dunia pendidikan. Hal ini akan memicu persaingan positif yang meningkatkan standar kualitas guru di Indonesia.
Baca Juga: Jerome Polin Tertekan Disebut Jadi Penyebab Timnas Indonesia U-23 Kalah
"Jangan harap kualitas pendidikan Indonesia bisa naik kalau nggak ada perbaikan kualitas guru dan itu semua balik lagi ke faktor gaji dan kesejahteraan," tuturnya.
Jerome menggambarkan profesi guru yang memiliki prestise setara dengan dokter atau insinyur. Dalam kondisi seperti itu, banyak lulusan universitas ternama dan peraih prestasi akademik tinggi yang akan bersaing menjadi guru. Dampaknya, kualitas tenaga pendidik akan meningkat pesat dan mendorong kemajuan pendidikan nasional.
"Bayangin, profesi guru setara dengan engineer/dokter dari segi prestisnya. Aku yakin banyak yang mau jadi guru. Akhirnya ada 'kompetisi' yang ketat. Orang belajar keras buat jadi guru. Alhasil kualitas guru-guru jadi bagus-bagus semua. Barrier of entrynya tinggi," bebernya.
Ia juga percaya bahwa ketika profesi guru dihargai dengan layak, orang-orang cerdas dan bersemangat mengajar akan tertarik bergabung. Alumni universitas terbaik, peraih medali olimpiade, dan tenaga ahli akan melihat profesi guru sebagai pilihan karier bergengsi. Jerome menutup dengan keyakinan bahwa langkah ini bisa menjadi kunci majunya pendidikan Indonesia.
"Orang-orang pinter dan punya passion ngajar, mau kerja jadi guru. Lulusan top uni, alumni juara Olimpiade, banyak yang mau jadi guru. Beh apa nggak maju pendidikan Indonesia?" tandasnya.
Baca Juga: Jerome Polin Tertekan Disebut Jadi Penyebab Timnas Indonesia U-23 Kalah
"Jangan harap kualitas pendidikan Indonesia bisa naik kalau nggak ada perbaikan kualitas guru dan itu semua balik lagi ke faktor gaji dan kesejahteraan," tuturnya.
Jerome menggambarkan profesi guru yang memiliki prestise setara dengan dokter atau insinyur. Dalam kondisi seperti itu, banyak lulusan universitas ternama dan peraih prestasi akademik tinggi yang akan bersaing menjadi guru. Dampaknya, kualitas tenaga pendidik akan meningkat pesat dan mendorong kemajuan pendidikan nasional.
"Bayangin, profesi guru setara dengan engineer/dokter dari segi prestisnya. Aku yakin banyak yang mau jadi guru. Akhirnya ada 'kompetisi' yang ketat. Orang belajar keras buat jadi guru. Alhasil kualitas guru-guru jadi bagus-bagus semua. Barrier of entrynya tinggi," bebernya.
Ia juga percaya bahwa ketika profesi guru dihargai dengan layak, orang-orang cerdas dan bersemangat mengajar akan tertarik bergabung. Alumni universitas terbaik, peraih medali olimpiade, dan tenaga ahli akan melihat profesi guru sebagai pilihan karier bergengsi. Jerome menutup dengan keyakinan bahwa langkah ini bisa menjadi kunci majunya pendidikan Indonesia.
"Orang-orang pinter dan punya passion ngajar, mau kerja jadi guru. Lulusan top uni, alumni juara Olimpiade, banyak yang mau jadi guru. Beh apa nggak maju pendidikan Indonesia?" tandasnya.
(dra)
Lihat Juga :