Jerome Polin Soroti Gaji Guru dan Dosen, Sindir Pemerintah soal Prioritas Pendidikan
Senin, 11 Agustus 2025 - 07:40 WIB
"Aku tau APBN kita 20 persen sudah untuk pendidikan, tapi aku yakin banyak anggaran yang kurang mendesak dari sektor lain bisa dipotong dan dialihkan ke sektor pendidikan," jelasnya.
Gaji dan kesejahteraan guru, disebut Jerome, menjadi salah satu faktor penentu kemajuan pendidikan. Ia menceritakan hasil surveinya yang menunjukkan banyak orang Indonesia berminat menjadi guru, namun mengurungkan niat karena penghasilan yang rendah. Kondisi ini, katanya, menjadi hambatan besar bagi regenerasi tenaga pendidik berkualitas.
"Karena aku percaya, negara yang maju adalah negara yang pendidikannya maju. Dan itu dibangun oleh tenaga pendidik yang bagus. Salah satu katalis dan faktor terpenting yang bisa mendorong kemajuan itu? Gaji dan kesejahteraan," ujarnya.
"Setelah aku survey, aku sadar banyak sekali orang Indonesia yang sebenernya mau jadi guru, tapi akhirnya mengurungkan niatnya karena profesi guru di Indonesia secara umum belum bisa sejahtera. Mau sampai kapan?" tambahnya.
Baca Juga: Dukung Timnas Indonesia Menang atas Filipina, Jerome Polin Buktikan Kutukannya Sudah Berakhir
Jerome menilai gaji layak akan membuat seseorang termotivasi untuk bekerja maksimal. Ia mempertanyakan siapa yang ingin menjadi guru jika hanya digaji Rp300 ribu per bulan untuk pekerjaan penuh waktu. Menurutnya, tanpa keinginan atau keterpaksaan, sangat sedikit orang yang mau bertahan di profesi tersebut.
"Gaji itu jadi salah satu faktor penting yang bikin orang mau ngerjain sesuatu. Itu bisa bikin orang semangat buat kerja," ungkapnya.
"Siapa yang mau jadi guru kalau gajinya cuma Rp300 ribu per bulan. Padahal kerja full time? Kalau bukan karena pengabdian atau passion, atau terpaksa, kayaknya hampir nggak ada yang mau," lanjutnya.
Gaji dan kesejahteraan guru, disebut Jerome, menjadi salah satu faktor penentu kemajuan pendidikan. Ia menceritakan hasil surveinya yang menunjukkan banyak orang Indonesia berminat menjadi guru, namun mengurungkan niat karena penghasilan yang rendah. Kondisi ini, katanya, menjadi hambatan besar bagi regenerasi tenaga pendidik berkualitas.
"Karena aku percaya, negara yang maju adalah negara yang pendidikannya maju. Dan itu dibangun oleh tenaga pendidik yang bagus. Salah satu katalis dan faktor terpenting yang bisa mendorong kemajuan itu? Gaji dan kesejahteraan," ujarnya.
"Setelah aku survey, aku sadar banyak sekali orang Indonesia yang sebenernya mau jadi guru, tapi akhirnya mengurungkan niatnya karena profesi guru di Indonesia secara umum belum bisa sejahtera. Mau sampai kapan?" tambahnya.
Baca Juga: Dukung Timnas Indonesia Menang atas Filipina, Jerome Polin Buktikan Kutukannya Sudah Berakhir
Jerome menilai gaji layak akan membuat seseorang termotivasi untuk bekerja maksimal. Ia mempertanyakan siapa yang ingin menjadi guru jika hanya digaji Rp300 ribu per bulan untuk pekerjaan penuh waktu. Menurutnya, tanpa keinginan atau keterpaksaan, sangat sedikit orang yang mau bertahan di profesi tersebut.
"Gaji itu jadi salah satu faktor penting yang bikin orang mau ngerjain sesuatu. Itu bisa bikin orang semangat buat kerja," ungkapnya.
"Siapa yang mau jadi guru kalau gajinya cuma Rp300 ribu per bulan. Padahal kerja full time? Kalau bukan karena pengabdian atau passion, atau terpaksa, kayaknya hampir nggak ada yang mau," lanjutnya.
Lihat Juga :