Viral! Fenomena Pura-pura Bekerja di Kalangan Anak Muda China Imbas Pengangguran Meningkat

Rabu, 10 September 2025 - 17:00 WIB

Perspektif Ahli



Menurut Zhan Yang, profesor antropologi budaya di Hong Kong Polytechnic University, fenomena ini berbeda dengan tren “lying flat” atau “berbaring datar” yang populer beberapa tahun lalu. Jika lying flat menunjukkan penolakan terhadap tekanan sosial, maka berpura-pura bekerja justru menggambarkan keinginan untuk tetap produktif meski peluang kerja terbatas.

"Berpura-pura bekerja bukan tanda kemalasan, melainkan upaya mempertahankan identitas dan rutinitas ketika pekerjaan nyata sulit didapat,” ujar Zhan.

Hal ini juga dinilai sebagai bentuk perlawanan kreatif terhadap norma sosial yang menuntut kesuksesan cepat di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

Baca Juga: Viral! Struk Restoran Cantumkan Biaya Royalti Musik dan Lagu Rp29 Ribu

Dampak Sosial dan Harapan ke Depan



Bagi sebagian orang, berpura-pura bekerja membantu mereka merasa tidak sendirian menghadapi pengangguran. Ruang kerja semacam itu menjadi wadah untuk berbagi pengalaman, menjaga motivasi, sekaligus mengurangi tekanan dari keluarga yang masih mengukur keberhasilan berdasarkan pekerjaan formal.

Seperti yang dialami Yue, mahasiswa bisnis berusia 21 tahun, kantor tiruan memberinya tempat untuk berkarya sekaligus mengurangi kesalahpahaman keluarganya.

"Kalau di rumah hanya membuat video, keluarga menganggap saya tidak bekerja. Tapi kalau saya keluar ke kantor seperti ini, mereka lebih menghargai," tuturnya.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!