BPOM Tanggapi Temuan Pestisida pada Indomie Soto Banjar Limau Kuit di Taiwan
Jum'at, 12 September 2025 - 15:00 WIB
Pada 9 September 2025, TFDA bersama Centre for Food Safety (CFS) melaporkan adanya residu pestisida etilen oksida (EtO) pada produk Indomie Rasa Soto Banjar Limau Kuit. Hasil uji laboratorium menemukan EtO sebesar 0,1 mg/kg dalam bumbu bubuk produk dengan masa kedaluwarsa 19 Maret 2026.
"Menurut standar jumlah yang dapat ditoleransi untuk residu pestisida, etilen oksida tidak boleh terdeteksi dan harus berada di bawah batas kuantitatif 0,1 mg/kg yang ditentukan dalam metode deteksi. Hal ini tidak sesuai dengan Pasal 15 Undang-Undang Keamanan Pangan dan Sanitasi," demikian laporan tersebut.
Akibat temuan tersebut, seluruh Indomie varian Soto Banjar Limau Kuit yang beredar di Taiwan ditarik dari pasaran. CFS juga meminta masyarakat untuk membuang produk, baik yang dibeli di toko lokal, melalui e-commerce, maupun yang dibawa langsung dari luar negeri.
"Pembelian produk melalui pembelian daring atau perjalanan internasional tidak dapat dikesampingkan. Konsumen harus membuang produk dan tidak mengonsumsinya," tegas CFS.
Di sisi lain, Otoritas Taiwan bahkan memperluas penyelidikan ke Hong Kong untuk memastikan apakah batch serupa telah masuk ke pasar mereka. Produk yang tidak sesuai standar akan dikembalikan atau dihancurkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"CFS sedang menyelidiki apakah produk yang terdampak telah diimpor ke Hong Kong dan sedang menghubungi otoritas terkait untuk informasi lebih lanjut," tambah CFS.
"Produk yang tidak sesuai dengan yang tercantum dalam dokumen akan dikembalikan atau dimusnahkan sesuai dengan peraturan," tutup TFDA.
Baca Juga: Taiwan Tarik Indomie karena Terdeteksi Ada Kandungan Karsinogenik, Begini Penjelasan Ahli Gizi
"Menurut standar jumlah yang dapat ditoleransi untuk residu pestisida, etilen oksida tidak boleh terdeteksi dan harus berada di bawah batas kuantitatif 0,1 mg/kg yang ditentukan dalam metode deteksi. Hal ini tidak sesuai dengan Pasal 15 Undang-Undang Keamanan Pangan dan Sanitasi," demikian laporan tersebut.
Akibat temuan tersebut, seluruh Indomie varian Soto Banjar Limau Kuit yang beredar di Taiwan ditarik dari pasaran. CFS juga meminta masyarakat untuk membuang produk, baik yang dibeli di toko lokal, melalui e-commerce, maupun yang dibawa langsung dari luar negeri.
"Pembelian produk melalui pembelian daring atau perjalanan internasional tidak dapat dikesampingkan. Konsumen harus membuang produk dan tidak mengonsumsinya," tegas CFS.
Di sisi lain, Otoritas Taiwan bahkan memperluas penyelidikan ke Hong Kong untuk memastikan apakah batch serupa telah masuk ke pasar mereka. Produk yang tidak sesuai standar akan dikembalikan atau dihancurkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"CFS sedang menyelidiki apakah produk yang terdampak telah diimpor ke Hong Kong dan sedang menghubungi otoritas terkait untuk informasi lebih lanjut," tambah CFS.
"Produk yang tidak sesuai dengan yang tercantum dalam dokumen akan dikembalikan atau dimusnahkan sesuai dengan peraturan," tutup TFDA.
Baca Juga: Taiwan Tarik Indomie karena Terdeteksi Ada Kandungan Karsinogenik, Begini Penjelasan Ahli Gizi
(dra)
Lihat Juga :